BADUNG – Banjir yang setiap tahun merendam kawasan Jalan Dewi Sri dan sekitarnya di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, akhirnya mulai ditangani. Pemerintah Kabupaten Badung mengeksekusi proyek strategis drainase pengendali banjir di ruas Jalan Basangkasa hingga Jalan Sunset Road dengan target rampung pada November 2026, sebelum puncak musim hujan pada Desember.
Proyek penataan saluran air itu mencakup area seluas 6.330 meter persegi. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan proyek tersebut baru bisa direalisasikan tahun ini karena anggarannya telah tersedia dalam APBD Induk 2026.
“Dulu kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026. Sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi,” kata Adi Arnawa saat meninjau lokasi proyek bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Adi Arnawa, perbaikan drainase yang lebih lebar diharapkan mampu meminimalkan banjir yang selama ini kerap terjadi di sepanjang Jalan Dewi Sri dan sekitarnya. Ia juga menginstruksikan agar normalisasi aliran Tukad Mati dilakukan secara rutin.
Peninjauan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Badung I Bagus Surya Suamba beserta jajaran kepala organisasi perangkat daerah terkait, camat, lurah, perbekel, hingga tokoh masyarakat setempat. Penataan drainase dilakukan karena genangan di kawasan Jalan Dewi Sri terus menjadi persoalan yang berulang setiap musim hujan.
“Mudah-mudahan apa yang selama ini masyarakat pertanyakan, sekarang jawabannya, bahwa kami konsisten dan komit mengerjakan. Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan, walaupun kita buat drainase sebesar apapun dan sebaik apapun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kita, juga akan susah,” ujar Adi Arnawa.
Selain memperbaiki drainase, Pemkab Badung akan menambah mesin pompa air berkapasitas 30.000 liter per detik untuk menyedot luapan air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa. Pemkab Badung juga menyiapkan pembangunan kolam retensi atau embung di kawasan Seminyak sebagai langkah jangka panjang.
“Terutama di depan Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung, sering terjadi banjir, sehingga dengan perbaikan yang dilakukan akan mengurangi banjir. Kedepan kita akan kerjakan secara bertahap,” ucapnya.
Pemkab Badung juga mengonsep pembangunan embung untuk menampung aliran air dari wilayah utara saat hujan berintensitas tinggi. Embung tersebut nantinya juga dapat dimanfaatkan Perumda Air Minum Tirta Mangutama sebagai sumber air baku untuk diolah menjadi air bersih.
“Melalui pengerjaan ini, astungkara jika nanti terjadi hujan, setidaknya kawasan ini bisa aman. Kita harapkan banjir tidak lagi parah seperti sebelum-sebelumnya,” ujar Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta. (DTB/SB)






