Delapan Dekade SPS, Industri Pers Didorong Adaptif Hadapi Disrupsi Digital

JAKARTA – Serikat Perusahaan Pers (SPS) menandai usia ke-80 tahun pada Senin (8/6/2026), dengan menegaskan komitmen memperkuat ekosistem perusahaan pers nasional di tengah tantangan transformasi digital dan perubahan pola konsumsi informasi publik.

Organisasi yang berdiri sejak 8 Juni 1946 ini memanfaatkan momentum hari jadinya, sebagai ruang refleksi atas perjalanan panjang industri media. Pun sekaligus penguatan arah baru perusahaan pers agar tetap bertahan, relevan, dan kompetitif di era teknologi yang berkembang cepat.

Mengangkat tema “Mengakar dalam Integritas, Bertumbuh Melalui Inovasi, Melangkah Bersama untuk Masa Depan Pers yang Lebih Kuat dan Sehat”, SPS menilai integritas dan profesionalisme masih menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap media.

Ketua Umum SPS, Januar P Ruswita, mengatakan usia delapan dekade bukan sekadar penanda sejarah organisasi, melainkan momentum memperkuat langkah bersama menghadapi dinamika industri media yang semakin kompleks.

Menurutnya, perusahaan pers harus mampu menjaga integritas, sembari beradaptasi melalui inovasi agar tetap relevan di tengah perubahan lanskap informasi yang berlangsung cepat.

“Pers harus tetap berpijak pada integritas sebagai dasar membangun kepercayaan publik. Namun, di saat yang sama, inovasi juga menjadi kebutuhan agar perusahaan pers mampu bertahan dan berkembang menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Senada, Sekretaris Jenderal SPS, Asmono Wikan, menyoroti tantangan industri media yang masih menghadapi tekanan model bisnis di tengah derasnya arus digitalisasi. Ia menilai perusahaan pers tidak cukup hanya menghasilkan produk jurnalistik berkualitas, tetapi juga harus mampu menjaga keterhubungan dengan kebutuhan audiens.

Menurut Asmono, perusahaan pers dituntut kreatif mengembangkan strategi keberlanjutan tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai penjaga demokrasi dan kebebasan pers yang bertanggung jawab.

“Media harus tetap menjaga kualitas sekaligus memastikan keberadaannya tetap dibutuhkan masyarakat. Fungsi ideologis pers sebagai pengawal demokrasi tidak boleh ditinggalkan,” katanya.

Sementara itu, perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 SPS dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di tiga wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim), yakni Balikpapan, Samarinda, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Penunjukan Kaltim sebagai tuan rumah, dinilai selaras dengan posisi strategis daerah tersebut yang kini menjadi pusat transformasi nasional melalui pembangunan IKN.

Ketua SPS Kaltim, Ajid Kurniawan, menyatakan kesiapan daerahnya menyambut agenda nasional tersebut. Ia menilai momentum peringatan 80 tahun SPS menjadi kesempatan memperkuat semangat kolaborasi dan inovasi di kalangan insan pers.

“Kaltim berada di tengah perubahan besar nasional. Ini momentum untuk memperlihatkan bahwa pers juga harus terus bergerak maju, beradaptasi, dan memperkuat kolaborasi menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. (Rls)

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER