TABANAN – Yayasan Lukas Banu Peduli (LBP) menegaskan komitmennya dalam menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya siap secara mental dan keterampilan, tetapi juga matang dalam pengelolaan keuangan. Sebanyak 24 calon pekerja yang akan diberangkatkan ke DMS Pro Growers Ltd, Selandia Baru, mengikuti pelatihan dan mentoring “Pre-Departure Training” di CLV Hotel & Villa, Jalan Raya Bedugul, Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (25/2).
Pelatihan ini diikuti para calon pekerja bersama pasangan suami-istri serta anggota keluarga. Fokus utama kegiatan adalah membekali peserta dengan perencanaan keuangan yang terstruktur, terutama dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran bulanan saat mulai bekerja di luar negeri.
Pendiri Yayasan LBP, Dr. Lukas Banu, S.H., M.H., menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mendorong perubahan nyata dalam kehidupan ekonomi peserta.
“Harapan saya, program ini dapat membantu lebih banyak masyarakat dengan kondisi ekonomi prasejahtera agar bisa bangkit menuju kehidupan yang lebih baik, sesuai visi dan misi Yayasan LBP,” ujar Lukas.
Ia menjelaskan, para calon pekerja akan ditempatkan di perusahaan berbasis di Tauranga, Bay of Plenty, Selandia Baru, yang berdiri sejak 1989. Proses pemberangkatan difasilitasi Yayasan LBP bekerja sama dengan PT Dwi Citra Putra Mandiri sebagai agen resmi.
Menurut Lukas, proses seleksi dilakukan secara ketat. Selain mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga, yayasan juga menilai tekad dan etos kerja calon peserta. “Yang kami lihat bukan hanya kebutuhan ekonomi, tetapi juga komitmen untuk berubah. Etos kerja harus disiplin, pekerja keras, dan tahan banting, karena mereka akan bekerja di luar negeri,” tegasnya.
DMS Pro Growers Ltd sendiri telah merekrut tenaga kerja asal Bali sejak 2007. Perusahaan tersebut bergerak di bidang manajemen kebun, pengelolaan buah, penyewaan ratusan hektare kebun kiwifruit dan alpukat, hingga pascapanen, pengemasan, serta fasilitas penyimpanan dingin.
Melalui pelatihan ini, Yayasan LBP menekankan prioritas pengelolaan pendapatan, mulai dari melunasi utang, membeli tanah, membangun rumah, hingga merintis usaha produktif di kampung halaman. (ARN)
Editor: Agus S






