Sabtu, Juni 15, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Distan Buleleng Kembangkan Cengkih Sambung

BULELENG – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng mengembangkan sistem sambung untuk membudidayakan tanaman cengkih di wilayahnya. Hal ini dilakukan agar cengkih bisa ditanam pada lahan kering. Sebab, selama ini cengkih hanya bisa tumbuh di dataran tinggi dengan kontur tanah yang gembur.

Kepala Distan Buleleng I Made Sumiarta mengatakan potensi budidaya tanaman cengkih di Bali utara sebenarnya sangat tinggi. Apabila sistem sambung ini dapat dibudidayakan secara intensif di dataran rendah dan lahan kering bisa memberi manfaat ekonomi tinggi bagi masyarakat.

Sumiarta menyebut cengkih sambung ini sudah ditanam sekitar lima sampai 10 pohon di Desa Munduk, Banjar, Busungbiu, dan Mengening.

“Mengingat akar tanaman cengkih yang rentan terhadap kondisi tanah seperti kekeringan sehingga metode ini harapannya dapat memaksimalkan lahan kering di Buleleng, apalagi hasilnya yang dirasa cukup memuaskan hanya butuh waktu kurang lebih tiga tahun sudah mengeluarkan bunga,” kata Kadistan Buleleng I Made Sumiarta, Senin (12/6/2023).

Sumiarta menerangkan metode yang diterapkan dalam sistem cengkih sambung ini adalah metode sederhana yang bertujuan untuk memperbaiki sistem perakaran cengkih, sehingga pertumbuhan tanaman lebih cepat.

Lanjut Sumiarta, dalam sistem cengkih sambung batang bawahnya bisa menggunakan dua jenis pohon yakni pohon jamblang atau juwet yang memiliki kelebihan bisa tumbuh di mana saja.

Kemudian, bisa menggunakan tanaman jambu kelampuak atau jambu hutan yang merupakan tanaman liar yang sering dijumpai di lahan kering. Sementara untuk batang atasnya menggunakan jenis cengkih zanzibar.

“Sistemnya menggunakan biji tanaman jambu hutan dan cengkih yang sama-sama ditanam berdampingan, hingga membentuk tunas, setelah tumbuh tunas muda keduanya dipotong untuk disatukan kemudian diikat hingga tumbuh satu tunas baru dengan batang bawah,” jelas Sumiarta.

Ke depan, Distan berencana membudidayakan sistem cengkih sambung ini dalam jumlah banyak. Sehingga bisa memberi keuntungan lebih bagi para petani.

“Nanti kami rencanakan untuk menggencarkan budidaya cengkih sambung ini utamanya di dataran rendah, namun saat ini masih diutamakan dahulu untuk sosialisasi pengetahuan mengenai cengkih sambung serta pupuk pestisida nabati untuk pengendalian hama penyakit terhadap cengkih yang sudah ditanam,” beber Sumiarta. (hsa/nor/dtc)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER