Sabtu, Juni 15, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

FKIP Universitas Dwijendra Siapkan Komik Sejarah Desa Adat Lantangidung Gianyar

DENPASAR – Meningkatkan literasi membaca masyarakat terutama generasi muda agar lebih paham asal-usul sejarah di desa tempat tinggalnya, menjadi salah satu program pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Dwijendra pada Agustus 2023 mendatang.

Pengabdian masyarakat bertujuan mengaplikasikan ‘Tri Dharma Perguruan Tinggi’ poin ketiga, yang mengharuskan setiap kampus wajib melaksanakan program kepada masyarakat di setiap semesternya.

Dekan FKIP Universitas Dwijendra, Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum., mengatakan salah satu program yang ingin pihaknya implementasikan kepada masyarakat ialah pembuatan cerita rakyat seperti komik bergambar yang mengandung sejarah tentang Desa Adat Lantangidung, yang berlokasi di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

“Dan pembuatan komik ini merupakan salah satu edukasi berbasis kearifan lokal yang akan kami lakukan. Tujuannya agar anak-anak muda di desa tersebut dapat gemar membaca, selain juga bisa melestarikan kebudayaan masyarakat desa,” ujar Suar Adnyana, saat ditemui di Kampus Dwijendra Denpasar pada Kamis (13/11/2023).

Menurut doktor Ilmu Linguistik ini mengatakan, sasaran utama dari pembuatan komik bergambar adalah generasi muda desa, terutama anak-anak SD dan SMP, maka dari itu dari segi tampilan akan dibuat semenarik mungkin dan penyajian tata bahasa yang mudah dipahami.

Dekan FKIP Universitas Dwijendra, Dr. I Ketut Suar Adnyana

“Karena kalau kita tidak dokumentasikan menjadi sebuah komik seperti ini, maka dikhawatirkan generasi muda di desa tidak akan mengenal dan mewarisi nilai sejarah dari desa ini, yang penuh dengan unsur budaya dan kekhasannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Suar Adnyana mengatakan di bulan Agustus 2023 ditargetkan komik dapat diluncurkan dan dinikmati oleh masyarakat, oleh sebab itu pihaknya saat ini telah berkomitmen dan terus membangun komunikasi secara intensif dengan pihak Bendesa Adat Lantangidung.

“Kami mendapat sambutan positif terkait program ini. Apalagi dari sisi pengabdian masyarakat terkait program kependidikan disana, belum ada kampus lain yang menyentuh,” imbuh akademisi asal Kabupaten Buleleng tersebut.

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Universitas Dwijendra I Putu Bagus Mustika menuturkan, selain pembuatan komik bergambar, saat ini FKIP tengah menggarap sebuah konten kreatif yang mengangkat topik tentang seni budaya di suatu daerah yang belum banyak diketahui oleh masyarakat umum.

“Publikasi ini tujuannya untuk mengenalkan kepada khalayak luas, bahwa ternyata di Pulau Dewata ada banyak daerah yang memiliki kesenian dan kebudayaan dengan ciri khas masing-masing,” ungkap Bagus Mustika.

Nantinya, hasil olahan konten kreatif para mahasiswa FKIP Dwijendra bisa dinikmati melalui platform media Youtube.

“Selain seni dan budaya, konten kami akan menyajikan tentang ciri khas kuliner suatu daerah serta isu-isu menarik tentang dunia kependidikan,” tandas mahasiswa Semester IV Program Studi PGSD, sembari mengatakan ide-ide kreatif tersebut selalu mendapat dukungan penuh dari pihak fakultas. (dre)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER