Selasa, Juni 25, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hardiknas Diwarnai Demo Mahasiswa di Kemendikbudristek, Nadiem Dapat Hadiah “Rapor Merah”

JAKARTA – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024 kali ini diwarnai dengan sejumlah aksi demontstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa hingga organisasi masyarakat (ormas) di sejumlah daerah.

Tak luput, sekelompok mahasiswa dari 20  perguruan tinggi di Indonesia juga ikut turun ke jalan atau melakukan demonstrasi yang  memadati halaman depan Gedung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kamis (2/5/2024).

Bahkan, pada pukul 17.00 WIB, aksi demonstrasi mahasiswa tersebut sempat ricuh karena ada kelompok mahasiswa dan ormas lainnya yang berada di tempat yang sama. Diduga, kericuhan tersebut disebabkan salah satu pihak dianggap terlalu memprovokasi massa.

Akibatnya, terjadi ketegangan di antara mahasiswa dan segera ditangani oleh jajaran personel Kepolisian dari Polda Metro Jaya. Sehingga, mahasiswa pun kembali tenang dan tertib melanjutkan penyampaian aspirasinya.

Darnel selaku Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi megungkapkan, ada beberapa tuntutan yang harus disampaikan kepada Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim.

“Sudah kita susun berdasarkan konsolidasi. Ada beberapa tuntutan yang kita akan sampaikan pada hari ini,” terang Darnel saat ditemui Media Kaltim di sela aksi demo mahasiswa di depan Gedung Kemendibudristek, Jakarta, Kamis (2/5/2024).

Disebutkan, tuntutan tersebut antara lain mewujudkan pendidikan gratis sekarang juga, mencabut tiga paket UU (UU Perguruan Tinggi no.12 Tahun 2012, UU no.20 Tahun 2023, UU Cipta Kerja), mewujudkan demokratisasi pendidikan, dan menjamin kesejahteraan tenaga kependidikan.

“Kami juga sampaikan masalah dari masing-masing kampus,” ujarnya.

Darnel yang juga merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Sosial Politik, Universitas Nasional (Unas) Jakarta ini mengatakan, pihaknya bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kampus lainnya melihat bahwa biaya kuliah saat ini yang eksponensial.

“Kenaikan biaya kuliah sekarang ini memang cukup menjadi perhatian bagi kami. Masalahny, hal ini berhubungan langsung dengan proses akademis mahasiswa. Apalagi jika tidak membayar kuliah, maka mahasiswa tidak bisa ikut ujian,” katanya.

Selain itu, lanjut Darnel, program Merdeka Belajar dirasakan tidak memiliki efek nyata untuk mahasiswa. Menurutnya, ketika membicarakan “merdeka”, maka seharusnya apa yang menjadi cita-cita mahasiswa dan bangsa  itu sudah terwujud.

“Sementara kondisinya saat ini justru  pendidikan masih dipenuhi dengan masalah-masalah yang tidak kunjung diselesaikan oleh Menteri Pendidikan. Itu sama saja bohong.

Kuliah saja susah dengan UKT yang begitu mahal, ini jadi problem besar untuk pendidikan kita,” paparnya.

Tak hanya itu, Darnel pun menyebut bahwa pihaknya sudah menghasilkan suatu kajian bersama dengan BEM lainnya. Yakni, berupa “Rapor Merah” yang segera mungkin akan diserahkan kepada Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

Dikatakan, rapor merah tersebut berisi tentang hasil kajian bersama dengan BEM kampus lainnya yang terkait dengan program – program dan kinerja Nadiem Makarim selama menjabat sebagai Mendikbudristek.

“Sebenarnya kalau kita kalau bilang rapor , kita sudah menbuat kajian untuk kemudian diserahkan pada menteri. Rapor merah ini berisi hasil kajian kita bersama terkait program-program dan kinerja Mendikbudristek,” pungkasnya.

Diketahui, dalam aksi demonstrasi mahasiswa ini terdiri dari 20 BEM perguruan tinggi. Antara lain, Universitas Indonesia, Universitas Pancasila, Universitas Nasional, Universitas Negeri Jakarta, Universitas YARSI,  Universitas Pembangunan Nasional (UPN)  “Veteran” Jakarta, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) dan lainnya. (mk/sb)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER