Sabtu, Juli 13, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kemendikbudristek Ajak Komunitas Selam Jaga Objek Cagar Budaya Bawah Air

BALI – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melaksanakan upacara pengibaran bendera, Kamis (17/8/2023), yang diselenggarakan didua lokasi yang saling terintegrasi (darat, di Puri Madha Dive Resort dan perairan Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali).

Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid, menjelaskan kegiatan ini dilakukan bersama satuan Brimob Polda Bali, sebagai paya mengenalkan tinggalan cagar budaya bawah air sangatlah penting karena kelangsungan cagar budaya bawah air di masa mendatang menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

“Jadi kami undang para komunitas selam, sekali lagi mudah-mudahan kita dapat bekerja sama dengan semua pihak untuk mengelola warisan budaya bawah air,” tegas Hilmar, usai upacara pengibaran Bendera Merah Putih di bawah air dalam rangka memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2023 dilaksanakan di Tulamben, Bali, dengan Komandan Satuan Brimob Polda Bali, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Firdaus Wulanto.

Di perairan Indonesia, kata dia, terdeteksi 462 titik warisan budaya bawah air berupa kapal, pesawat, keramik, senjata, dan aneka peninggalan bersejarah lain. Dari jumlah itu, baru 145 titik yang berhasil disurvei Direktorat Jenderal Kebudayaan, dan hanya sedikit tinggalan arkeologi yang mendapatkan penanganan.

Kendala yang dihadapi para arkeolog yang bergelut di bawah air antara lain kekurangan tenaga ahli, adanya pemburu harta karun, biaya yang mahal, kurangnya pengetahuan, serta adanya aktivitas mikro dan makroorganisme yang mengancam keberadaan Cagar Budaya.

“Untuk mengoptimalkan pengelolaan cagar budaya bawah air dengan baik, Direktorat Jenderal Kebudayaan akan mengadakan pelatihan-pelatihan untuk mengajak para penyelam profesional mengenal, memahami dan ikut melestarikan Cagar Budaya Bawah Air,” ucapnya.

Kegiatan ini menjadi momentum langkah bersama melakukan penguatan Ekosistem Pelestarian Warisan Budaya Bawah Air. Pemerintah sebagai penyusun kebijakan dan fasilitator akan bergerak bersama masyarakat khususnya pecinta dan profesional di bidang bawah air untuk memajukan kebudayaan.

Pelaksanaan peringatan Hari Kemerdekaan di Bawah Air dilaksanakan untuk mengingatkan kembali bahwa sejarah perjuangan Kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan mempersatukan kepulauan Nusantara. Menurut Hilmar Farid, kegiatan ini mengambil momentum untuk melihat bagian sejarah dan budaya yang harus kita lestarikan, yakni tinggalan Bawah Air. Hingga saat ini, kita belum optimal dalam melakukan pemajuan kebudayaan dari sisi ini.

Komandan Satuan Brimob Polda Bali, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Firdaus Wulanto, mengatakan dalam kegiatan ini melibatkan 48 penyelam yang terbagi menjadi 3 barisan, yaitu barisan 17, barisan 8, dan barisan 23 yang melambangkan 17 Agustus 2023.

Upacara bawah air diikuti oleh kolaborasi antar satuan Brimob Polda Bali bersama 17 komunitas penyelam pemerhati tinggalan budaya bawah air perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia. 17 Komunitas penyelam itu Celebes Dive, Komunitas Sea Soldier, Sentra Selam Jogja, Komunitas Selam Gorontalo, Ghapura Dive Raja Ampat, Manado Freediving, Arkeologi Bawah Air HIMA Universitas Gadjah Mada, PB POSSI Bidang Arkeologi Bawah Air, Emas Diving Club (EDC), Rafflesia Bengkulu Diving Centre, Kelompok Penyelam Arkeologi (KOMPAK) Gwen Dive Belitung, Polairud Polda Jambi, Komunitas Selam di Bangka, dan Komunitas Selam di Belitung serta Komunitas Selam Adespin.

Area upacara bawah laut terletak pada kedalaman 6 meter tepat di depan situs kapal USAT Liberty. Tiang bendera setinggi 17 meter (menyimbolkan tanggal 17), dibuat dengan proporsi 6 meter di bawah laut dan 11 meter di atas permukaan laut. Rangkaian teknis ini menggambarkan semangat mengharumkan nama bangsa dari dasar laut hingga ke angkasa.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER