Kemendikdasmen Dorong PAUD-SD Satu Atap, Perluas Akses Pendidikan di Desa

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah menguji coba konsep PAUD-SD satu atap untuk meningkatkan akses pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar, khususnya di daerah yang masih minim layanan PAUD.

Konsep ini menekankan lokasi terpadu, di mana satuan PAUD berada di area yang sama dengan SD. Kepala Sekolah SD ditunjuk sebagai pengelola utama, sementara guru PAUD tetap melaksanakan tugasnya di unit masing-masing namun berada di bawah koordinasi satu kepala sekolah.

“Ini strategi agar di daerah-daerah yang belum memiliki PAUD, ada pengelolaan yang baik dan guru-guru mendapatkan pendampingan dari SD setempat,” ujar Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikdasmen, Nia Nurhasanah dalam forum Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Hotel Mercure Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Saat ini, kata Nia, program sedang dipiloting di sejumlah desa, terutama di wilayah yang belum memiliki PAUD. Berdasarkan data Kemendikdasmen menunjukkan ada sekitar 14 ribu desa dari total 18 ribu desa yang masih belum memiliki akses PAUD.

Selain penyatuan lokasi, program ini juga memberikan penguatan bagi guru kelas rendah SD agar dapat mendukung pendidikan anak usia dini secara terpadu.

“Kami ingin memastikan guru PAUD yang tersebar tetap mendapatkan pendampingan, sekaligus mempermudah koordinasi pengelolaan pendidikan di satu atap,” tambah pejabat tersebut.

Melalui inisiatif PAUD-SD satu atap, Kemendikdasmen berharap pemerataan akses pendidikan usia dini dapat terwujud, sekaligus memperkuat fondasi pendidikan dasar bagi anak-anak di seluruh pelosok Indonesia. (MK/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER