Sabtu, Juli 13, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Otoritas Jasa Keuangan Perkuat Kolaborasi untuk UMKM Go-Digital

DENPASAR – Kontribusi UMKM di Indonesia sangat besar bagi pertumbuhan perekonomian, mengingat setiap periode krisis UMKM mampu tetap bertahan, pulih dengan baik bahkan menjadi buffer sehingga dapat dikatakan menjadi motor penggerak atau critical engine bagi perekonomian Indonesia.

Sehubungan dengan hal tersebut, melalui kolaborasi antara OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Kementerian Koperasi dan UKM, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Pemerintah Provinsi Bali, Inaproduct dan Tokopedia menggelar pelatihan onboarding UMKM dengan tema Akselerasi UMKM 4.0: Transformasi Digital UMKM Bali.

“Kegiatan onboarding yang diikuti UMKM di Bali ini diisi dengan narasumber dari Tokopedia, Inaproduct, OJK, Bank Indonesia, BPOM, dan Garda Transfumi dengan harapan UMKM dapat lebih mudah untuk bertransformasi digital khususnya untuk pemasaran produk, mendapatkan informasi terkait manfaat memperoleh izin edar Badan POM dan cara memperoleh izin edarnya, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, akses permodalan bagi UMKM dan penggunaan kanal pembayaran dengan QRIS,” kata Giri Tribroto selaku Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara.

Selain itu, OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Bali memiliki website kurbali.com yang memungkinkan masyarakat mengajukan KUR dimana dan kapan saja karena pengajuannya tidak perlu datang ke bank dan pentingnya mengembangkan Entrepreneurial Mindset kepada pelaku UMKM.

Pada posisi November 2022, pertumbuhan kredit perbankan Bali kepada UMKM mencapai 10,30% (yoy). Porsi kredit kepada UMKM di Bali mencapai sebesar 52,21% dari total kredit yang disalurkan oleh perbankan sebesar Rp98,54 triliun. Sementara, sebesar Rp33,5 triliun atau 45,46% kredit UMKM telah mendapat stimulus restrukturisasi yang diberikan perbankan.

Berdasarkan data Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian RI, jelas Tribroto, kontribusi UMKM tercatat mencapai kisaran 61 persen terhadap PDB nasional dan menyerap 97 persen dari total tenaga kerja Indonesia atau sekitar 119,6 juta orang.

Mengingat pentingnya sektor UMKM tersebut, pemerintah menargetkan 30 juta UMKM masuk (onboarding) dalam ekosistem digital pada tahun 2024. Sementara Kementerian Koperasi dan UKM mencatat sudah ada 19,5 juta pelaku UMKM atau sebesar 30,4 persen dari total UMKM telah hadir pada platform e-commerce (lokapasar) dan optimis jumlahnya akan terus bertambah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Siti Azizah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Direktur Inaproduct, Rama Mugiharto, Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Hilmi Adrianto, serta narasumber dari OJK, Bank Indonesia, BPOM, Inaproduct, Tokopedia dan Garda Transfumi serta pelaku UMKM baik secara langsung maupun daring.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, mendorong UMKM di Bali untuk segera beradaptasi dengan penggunaan kanal pembayaran digital.

“Kanal digital itu, seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), mobile banking serta internet banking agar transaksi menjadi cashless sehingga lebih cepat serta dapat dilakukan dimana dan kapan saja,” jelasnya.

Adapun Provinsi Bali masuk ke dalam sepuluh besar Provinsi dengan jumlah merchant QRIS terbanyak yaitu 595.218 merchant dan 612.410 user pada Desember 2022.

Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Siti Azizah menyampaikan kegiatan ini diharapkan bermanfaat bagi pelaku UMKM agar dapat memperluas pasar, memperkenalkan merek dan meningkatkan penjualan melalui media digital yang mudah diakses untuk mendukung target pemerintah mewujudkan 30 juta UMKM Go-Digital pada tahun 2024. (WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER