Pakai Wig Melipir ke IKN, Said Didu Puji Sekaligus Kritik Kondisi IKN

NUSANTARA – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, diam-diam mengunjungi IKN. Usai berkeliling di kawasan IKN, ia menyebut objektif pembangunan yang bagus dan begitu indah. Meski ia juga sedikit memberi sorotan jika proyek strategis nasional itu sudah menghabiskan anggaran hampir Rp100 triliun uang rakyat, sehingga bisa cepat dimanfaatkan.

Dalam tayangan video yang diunggah selama berkeliling di jantung IKN, akhir pekan tadi, diawali dari halaman lobi Swissotel Nusantara, Said Didu memakai rambut palsu dengan alasan agar pergerakannya tidak mudah dikenali oleh orang lain. Saat itu, ia menggunakan jersey klub sepakbola Manchester City berwarna biru muda.

“Saya takutnya, ada Termul di sini yang melihat saya,” selorohnya saat berjalan di Jalan Sumbu Kebangsaan Barat.

Melalui unggahan video pengamatannya, pengamat dan kritikus kebijakan publik tersebut menjelaskan beberapa detail perjalanannya.

Ia nampak berjalan ke sejumlah titik. Istana Wakil Presiden, jalan Sumbu Kebangsaan Timur, Plaza Bhineka Tunggal Ika, hingga berada agak lama di depan pagar Istana Negara.

Di depan Istana Negara, Said Didu melempar sebuah kalimat. “Kita sudah berkeliling tadi, melihat keindahannya. Bahwa memang, tapi jangan heran, orang mengatakan bagus tapi ini sudah mendekati seratus triliun uang rakyat habis,” ucapnya.

Istana Wakil Presiden, menurutnya sudah jadi dan layaknya segera ditempati. “Pak Gibran (Wakil Presiden), istana wapres sudah jadi, sudah bisa ditempati,” sebutnya.

Ia lantas mengutarakan, jika kedatangannya ke IKN dengan memakai rambut palsu demi keamanan. “Pakai wig tadi jalan karena nasihat dari orang-orang demi keselamatan. Di depan Isnata Negara saya membuka asli saya. Bukan takut karena Allah melindungi saya, tapi saya juga harus mengikuti nasihat orang-orang yang mengerti tentang keamanan. Oke, sampai ketemu,” katanya sambil berlalu.

Di IKN, Said Didu juga sempat bertemu dengan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Juga berkesempatan untuk salat berjamaah di Masjid Negara Nusantara.

“Tapi ya ini, saya memberikan gambaran umum yang objektif, karena kepala Otorita mantan menteri PUPR itu, Pak Basuki adalah teman lama saya, dan saya tadi ketemu di masjid, salat subuh bersama, ketua kelas waktu saya Spanen. Spanen itu sekolah pendidikan untuk jadi eselon dua. Dia ketua kelas saya,” ujarnya.

Sekadar diketahui, total komparasi alokasi anggaran pembangunan IKN yang bersumber dari APBN sejak 2022 hingga tahun 2026 berkisar antara Rp86,76 triliun sampai Rp99,96 triliun.

Periode tahap awal 2022–2024, berdasar rilis resmi OIKN, total investasi APBN yang dikucurkan pada tahap awal itu mencapai Rp89 triliun. Rinciannya 2022 sejumlah Rp5,5 triliun, 2023 sebesar Rp27,0 triliun, tahun 2024 sebesar Rp43,3 triliun, pada 2025 besarnya Rp4,7 triliun, serta pada 2026 OIKN memperoleh Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sejumlah Rp6,26 triliun. (MK/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER