BULELENG – Panggung budaya di Desa Giri Emas, Buleleng, Bali, rusak diterjang gelombang pasang air laut. Total kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 200 juta.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Gede Suyasa, mengungkapkan kerusakan panggung yang kerap digunakan untuk pementasan seni itu semakin parah pada Jumat (23/1/2026). Ia mengaku sudah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen terkait tingkat kerusakan bangunan.
“Dari hasil asesmen, kerusakan cukup parah akibat tergerus gelombang pasang air laut,” ujar Suyasa, Minggu (25/1/2026).
Suyasa menjelaskan derasnya hantaman ombak mengakibatkan fondasi panggung dengan panjang 6 meter, lebar 4,5 meter, dan kedalaman 2 meter jebol. Selain itu, lantai panggung dari cor beton setebal sekitar 4 sentimeter (cm) juga mengalami kerusakan.
Tak hanya itu, ruangan untuk berhias di belakang panggung turut terdampak. Fondasi dan lantai ruang tersebut mengalami retak-retak sehingga membahayakan keselamatan.
“Kerusakan pada ruang rias berpotensi membahayakan karena struktur bangunan sudah melemah akibat hempasan gelombang,” jelasnya.
Saat ini, Suyasa berujar, Pemerintah Desa Giri Emas tengah melakukan langkah penanganan darurat untuk mencegah kerusakan semakin meluas. BPBD Buleleng merekomendasikan agar lokasi panggung dipindahkan dan menjauhi garis pantai apabila dilakukan perbaikan.
“Upaya sementara yang dilakukan desa adalah mengamankan pondasi bangunan dengan karung plastik berisi pasir agar tidak terus tergerus dan dimasuki air laut,” kata Suyasa.
“Kami sarankan agar panggung dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan dipasang tanda peringatan supaya masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar bangunan,” pungkasnya. (DTB/SB)






