Pelabuhan Benoa Bakal Jadi Marina, Kapal Ikan Direlokasi demi Tampung 188 Yacht

DENPASAR – Pelabuhan Benoa di Denpasar, Bali, disiapkan menjadi kawasan marina yang dapat menampung hingga 188 kapal yacht. Pengembangan ini dilakukan di kawasan Bali Maritime Tourism Hub dan diharapkan bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara yang memiliki daya beli tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan langkah pertama yang dilakukan adalah merelokasi dan menata kapal-kapal perikanan yang saat ini berada di kawasan Pelabuhan Benoa ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana.

“Salah satu hal yang harus dilakukan adalah relokasi dan penataan kapal-kapal perikanan yang saat ini berada di kawasan sebelah sana. Nantinya akan diarahkan ke Pelabuhan Pengambengan yang menjadi bagian dari tugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Setelah penataan kapal, kawasan Pelabuhan Benoa dapat difokuskan untuk pengembangan marina yang nantinya mampu menampung hingga 188 kapal yacht dengan berbagai skala. Selain itu, akan dikembangkan fasilitas tambat untuk kapal pesiar berukuran besar hingga lima kapal.

“Potensinya mampu menampung hingga 188 kapal yacht dengan berbagai skala termasuk yang super dan mega yacht, ukuran maupun klasifikasinya. Begitu pula nanti akan ada pengembangan untuk tambatnya kapal-kapal cruise yang besar, hingga lima kapal,” katanya.

AHY berharap pengembangan tersebut mampu menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai negara, terutama wisatawan mancanegara dengan kemampuan belanja tinggi atau high spending tourism. Oleh karena itu, kawasan marina akan dilengkapi berbagai fasilitas yang dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan selama berada di Bali.

“Kami juga akan kembangkan fasilitas entertainment, shopping mall, shopping center, taman terbuka, ruang terbuka hijau, dan tentunya yang aman dan nyaman bagi siapa pun yang berkunjung,” jelasnya.

AHY mengatakan, pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa ini dilakukan dengan mempertimbangkan tren peningkatan permintaan terhadap yacht secara global. Berdasarkan studi, permintaan yacht global meningkat sekitar 7,5 persen secara compound annual growth rate (CAGR) dari tahun ke tahun.

Menurutnya, wisatawan pengguna yacht dapat tinggal di suatu destinasi dalam waktu yang cukup lama sehingga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang besar.

“Berdasarkan studi, terjadi peningkatan sekitar 7,5% CAGR dari tahun ke tahun untuk global yacht demand. Dan kalau sebagian bisa kami tarik ke sini, kenapa tidak?” imbuhnya.

AHY menargetkan pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa dapat beroperasi secara keseluruhan pada akhir 2028. Penataan kawasan akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

“Direncanakan 2028, akhir 2028 akan benar-benar operasional secara keseluruhan, namun tahapan-tahapannya dimulai dari tempat kami berdiri ini, dan nanti akan terus dilakukan penataan secara profesional dan juga memenuhi asas-asas keberlanjutan,” tutupnya. (DTB/SB)

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER