Senin, Mei 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Badung Alokasikan Seragam Olah Raga Dukung Aktivitas Lansia

BADUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali, berencana mengalokasikan seragam olah raga kepada seluruh Lansia pada tahun anggaran 2024 untuk mendukung aktivitas mereka, khususnya dalam berolahraga, dan meningkatkan derajat kesehatan serta kualitas hidup lansia.

“Untuk itu kami telah mengumpulkan seluruh camat, kepala desa, dan lurah, se-Badung untuk melaksanakan rapat koordinasi yang membahas mekanisme pengadaan seragam dalam rangka menindaklanjuti arahan Bupati Badung terkait pemberdayaan lansia” ujar Kepala Dinas Sosial Badung I Ketut Sudarsana di Mangupura, Selasa.

Ia mengatakan program tersebut dilakukan dengan harapan agar para lansia yang masih produktif bisa terus berdaya serta selalu sehat jiwa dan raganya.

“Tentunya mereka ini menjadi aset kami bersama dalam rangka membangun kesejahteraan lansia di Badung,” katanya.

Pihaknya juga akan melakukan pendataan untuk mendapatkan data lansia dari desa mana yang sudah terdata pada program itu dan mana lansia yang belum. Dari data tersebut, kata dia, nantinya lansia yang belum menerima seragam olah raga akan ditangani oleh Pemkab Badung.

“Kalau sudah di desa, biar tidak dianggarkan lagi di pemerintah kabupaten. Yang belum, akan ditangani oleh Pemkab Badung, supaya tidak ganda penganggarannya,” ujar I Ketut Sudarsana.

Pendataan ini, kata dia, saat ini sudah direspon oleh seluruh jajaran pemerintah desa dan kelurahan serta akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat agar pada tahun 2024 mendatang program pengadaan bisa dilaksanakan.

“Sehingga nantinya seluruh lansia sudah mendapatkan seragam olahraga, topi, baju, celana training, sampai sepatu, agar aktivitas mereka bisa berjalan dengan baik dan mereka bisa bergerak berolahraga sehingga semua lansia di Badung bisa sehat semua,” ucapnya.

Diakuinya, saat ini data jumlah lansia di Badung masih dinamis karena mungkin saja sebelumnya ada lansia yang masih sehat dan ada yang sudah meninggal. Hal itu yang akan didata ulang dalam program tersebut.

“Dengan demikian kami bisa mengkalkulasi berapa lansia yang produktif yang bisa diberdayakan untuk olah raga,” ujarnya. (ant/sb)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER