Senin, Juni 17, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkot Denpasar dan Komunitas Sungai Watch Bahas Penanganan Sampah

DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar, Bali, menjajaki kesepakatan kerjasama dengan Komunitas Sungai Watch, dalam mendukung penanganan sampah berkelanjutan.

Penjajakan tersebut dilaksanakan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat bertemu dengan Perwakilam Komunitas Sungai Watch, Gary Bencheghib, di Denpasar, Rabu (20/9).

“Dari kerjasama ini kita dapat melakukan penetapan titik pemasangan jaring, pengangkutan, pengolahan sampah hingga melakukan edukasi kepada masyarakat, karena kebersihan memberikan dampak pada tingkat kebahagian dan kesehatan masyarakat,” kata Kadek Agus Arya Wibawa.

Didampingi Kadis Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Bagus Airawata, para Camat se-Kota Denpasar, serta Pembina Komunitas Peduli Sungai (KPS) Denpasar, I Gusti Rai Ari Temaja.

Lebih lanjut Jaya Negara menyampaikan komitmen dalam penanganan sampah di Kota Denpasar dengan menggandeng komunitas Sungai Wacth akan disepakati dalam nota kesepakan kerjasama. Dari kerjasama ini diharapkan dapat mendukung penanganan sampah dari hulu hingga hilir.

“Kami berterima kasih dari gerakan yang telah dilakukan oleh komunitas Sungai Wacth dalam penanganan sampah di sungai, ini sebagai evaluasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam melaksanakan penanganan sampah di Kota Denpasar,” ujar Walikota Jaya Negara.

Jaya Negara menjelaslan, keberadaan komunitas Sungai Watch yang konsen dalam penanaganan sampah di sungai dapat bekerjasama dalam penentuan penyebaran titik penanganan sampah. Hal ini dapat dilaksanakan dengan pemasangan jaring, pengangkutan, hingga pengolahan sampah.

Lebih lanjut Jaya Negara menjelaskan, saat ini Pemkot Denpasar telah memiliki 3 TPST yang didukung oleh pemerintah pusat, serta memiliki 23 TPS3R. Penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber juga akan kita lakukan dengan menggandeng desa adat dalam pembuatan perarem serta memberikan solusi kepada masyarakat untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat sampah.

“Terima kasih atas masukan yang telah diberikan dari pihak Sungai Watch dan menjadi solusi, dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kepedulian bersama dalam kebersihan lingkungan,” ujar Jaya Negara.

Sementara salah satu perwakilan Komunitas Sungai Watch, Gary Bencheghib menyampaikan, gerakan awal dilakukan pihaknya pada Tahun 2021 yang menyasar kawasan manggrove dan sungai Badung. Dalam dua tahun terakhir aksi di Kota Denpasar telah dilaksanakan dengan memasang 400 jaring sampah yang dipasang dibeberapa titik sungai di Kota Denpasar.  Dari aksi ini kita telah berhasil menjaring hingga 400 ton sampah di Kota Denpasar.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar atas respon cepat dalam penanganan sampah di sungai,” ujarnya

Dia berharap, kolaborasi dengan Pemkot Denpasar dapat melakukan oenanganan sampah di sungai serta tidak ada lagi sampah yang mencemari laut di Bali. (WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER