Senin, Juli 22, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemprov Bali Buat SMK Fest Sebagai Panggung Kreativitas Siswa

DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membuat festival seni dan pameran usaha sebagai panggung kreativitas bagi siswa dan pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kabupaten/kota seluruh Bali.

“SMK Fest sendiri adalah panggung berkarya dan berekspresi para peserta didik dan komunitas guru. Acara tersebut bertujuan mengkolaborasikan antara pembinaan kompetensi dan talenta para peserta didik dan komunitas guru,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bali KN Boy Jayawibawa.

Dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Rabu, Boy menyebut ada beragam kegiatan selama tiga hari dalam bentuk pameran produk, pelatihan bagi siswa SMK, pementasan kreativitas, lomba kesenian, serta berbagi ilmu dengan dunia usaha dan dunia industri.

Di tingkat kabupaten/kota, lanjutnnya, festival ini digelar pada enam titik yaitu Denpasar, Badung, Gianyar, Buleleng, Bangli melingkupi Karangasem dan Klungkung, serta Jembrana yang melingkupi Tabanan, untuk selanjutnya akan digelar di tingkat provinsi.

“Untuk SMK Fest tingkat provinsi akan digelar pada bulan Maret 2024 di Taman Budaya Denpasar,” ujar Boy.

Wadah kreativitas bagi siswa SMK ini pertama kali digelar pada tahun ini, kata dia, nantinya para pemenang di tingkat kabupaten/kota akan dipertemukan dalam SMK Fest provinsi yang berjalan tiga hari pula.

Tak hanya festival seni, lanjutnya, Pemprov Bali merancang festival ini dengan melibatkan masyarakat umum, mengadakan kolaborasi antara SMK dengan Dunia Usaha dan Industri (DUDI) serta masyarakat Bali yang peduli vokasi.

“SMK Fest diharapkan mampu memberikan gambaran, informasi, dan referensi, SMK atau pendidikan vokasi kepada seluruh lapisan masyarakat Bali,” ujar Boy.

Dari data yang dihimpun Disdikpora Bali, lulusan SMK yang saat ini berkecimpung di dunia usaha jumlahnya cukup tinggi. Mereka dianggap lulusan kompeten dan siap kerja.

“Hasil tracer study 2023 menunjukkan alumni SMK yang bekerja 41,4 persen, melanjutkan studi 31 persen, dan berwirausaha 19,5 persen. Hasil serapan bekerja ini meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 38,8 persen,” kata Boy. (ant/sb)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER