Peringati Hari Anak Nasional 2025, Maha Putra Art Gelar Pameran Karya Anak Bertema Daur Ulang

GIANYAR – Memperingati Hari Anak Nasional 2025, Sanggar Maha Putra Art bersama Komunitas Sekha Demen Ngelukis Alit-alit Desa Padang Tegal menggelar pameran bertajuk “Little Hand, Big Art – Upcycle Art Exhibition”, Minggu (6/7/2025), di Open Stage Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali. Acara ini diikuti sekitar 115 peserta dan berlangsung selama tiga jam.

Pameran menampilkan karya-karya anak yang menggabungkan kreativitas dengan kepedulian terhadap lingkungan. Para seniman cilik dibimbing untuk mengolah limbah menjadi karya seni penuh warna dan makna, mencerminkan semangat keberlanjutan dan keberanian berekspresi.

Ketua Panitia, I Gede Maha Putra, menyebut kegiatan ini tidak hanya sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi atas potensi anak-anak.

“Ke depan, kami berharap ini tidak hanya menjadi event sesaat, tapi berkembang menjadi festival yang lebih luas. Selain menggambar, anak-anak bisa tampil mendongeng, mesatwa Bali, atau menunjukkan bakat lainnya,” ujarnya.

Acara turut dihadiri Jero Bendesa Adat Padang Tegal, perwakilan Manajemen Monkey Forest, Rumah Kompos, Bank Indonesia, dan tokoh-tokoh komunitas setempat. Dalam sambutannya, Jero Bendesa I Made Parmita menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini yang sejalan dengan identitas budaya Bali.

“Acara ini berdampak besar untuk memperkuat identitas adat dan budaya kita. Lokasinya pun memberi nilai tambah. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat digelar rutin tiap tahun untuk memotivasi anak-anak binaan kami,” ungkapnya.

Ketua Komunitas Sekha Demen Ngelukis Alit-alit, Aix Sumerta, menambahkan bahwa komunitasnya telah aktif sejak 2014 dengan anggota utama para penglingsir (seniman senior). Setelah sempat terhenti akibat pandemi, kolaborasi antara generasi tua dan muda kembali dihidupkan.

“Tujuannya agar seni lukis tetap lestari, berkembang sesuai zamannya, dan tetap menjadi jembatan antargenerasi,” tutup Aix.

Melalui pameran ini, Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2025 dirayakan bukan hanya dengan seremonial, tapi juga dengan aksi nyata: membuka ruang tumbuh yang kreatif, inklusif, dan penuh harapan bagi masa depan anak-anak Indonesia. (ARN)

Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER