JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2025). Upacara berlangsung khidmat dengan kehadiran berbagai pejabat tinggi negara.
Dalam prosesi, Prabowo tampak mengenakan jas abu-abu, kemeja biru, dan dasi dongker. Usai upacara, ia berjalan menuju sumur maut, kemudian memanjatkan doa bagi para pahlawan revolusi.
Dengan berdiri di sisi dinding marmer sumur tua berkedalaman 12 meter dan diameter 75 sentimeter, Prabowo menutup mata, mengangkat tangan, lalu berdoa khidmat.
“Izin Pak Presiden, di sini adalah sumur tua atau sumur maut tempat dibuangnya tujuh pahlawan revolusi. Kedalamannya 12 meter dan diameternya 75 sentimeter,” ungkap Kepala Pusat Sejarah TNI Brigjen Stefie Jantje Nuhujanan.
Momen hening doa tersebut turut diiringi lantunan lagu Gugur Bunga karya Ismail Marzuki. Wapres Gibran berdiri di belakang Prabowo, menundukkan kepala, memberikan penghormatan pada para syuhada bangsa.
Upacara ini juga dihadiri Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPD Yorrys Raweyai, serta pimpinan komisi dan badan legislasi DPR yang hadir langsung di lokasi.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ikut dalam barisan, antara lain Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Mendagri Tito Karnavian.
Tampak pula Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menko PMK Pratikno, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mendampingi jalannya peringatan bersejarah itu.
Dari unsur TNI-Polri hadir Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana Muhammad Ali, serta KSAU Marsekal Tonny Harjono.
Hari Kesaktian Pancasila, diperingati setiap 1 Oktober, ditetapkan sejak masa Presiden Soeharto sebagai bentuk penghormatan terhadap pahlawan revolusi yang gugur pada peristiwa G30S/PKI 1965.
Jenazah tujuh perwira tinggi TNI AD, termasuk Letjen Ahmad Yani, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen M.T. Haryono, Mayjen S. Parman, Brigjen D.I. Panjaitan, Brigjen Soetojo Siswomihardjo, dan Lettu Pierre Tendean dibuang ke sumur maut.
Doa Prabowo di Lubang Buaya menjadi simbol penghormatan negara atas pengorbanan mereka, sekaligus penegasan komitmen bangsa menjaga persatuan, demokrasi, dan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa. (MK/SB)






