Sabtu, Juli 13, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Praktisi Pendidikan Asal Wales Kunjungi Sekolah Disleksia Buleleng

BULELENG – Praktisi pendidikan dasar asal Wales Timm Dadds mengunjungi sekolah untuk anak-anak disleksia di Desa Kalibukbuk, Buleleng, Bali untuk mengetahui pola pendidikan disleksia di sekolah satu-satunya di Pulau Dewata tersebut.

“Sekolah ini kami kira sangatlah luar biasa karena mampu mengajarkan pola pendidikan terbaik untuk anak-anak berkebutuhan khusus, sekaligus berbasis pelestarian lingkungan,” kata Kepala Sekolah Hafod Primary School Wales Timm Dadds di Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Selasa.

Ia mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Sekolah Disleksia Bali yang sudah sukses menggabungkan antara pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus sekaligus memperkenalkan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan dengan pola-pola pendidikan berbasis pelestarian alam.

Menurut dia, salah satu hal yang menarik adalah dalam waktu singkat, lembaga tersebut mampu merancang sekolah yang sangat dekat dengan alam, memadukan antara gedung dalam ruangan dan area terbuka.

Dadds berharap ke depan terjalin pola kolaborasi antara sekolah untuk siswa disleksia di Bali dengan pola pengembangan kurikulum di negara Wales utama terkait isu perubahan iklim dan lingkungan hidup.

“Masalah perubahan iklim dan lingkungan hidup kami kira adalah masalah yang harus diselesaikan bersama. Salah satu pondasi penting memulai hal tersebut adalah melalui pendidikan,” ujar dia.

Di sisi lain, pihaknya mengapresiasi keberadaan sekolah disleksia tersebut karena mampu membantu keberadaan anak-anak tidak mampu dan disabilitas di wilayah Buleleng.

Bukan hanya itu saja, misi mulia sekolah untuk secara bersama-sama menangani masalah disleksia adalah satu program yang diharapkan memberikan kesadaran pada dunia pendidikan di daerah itu mengenai betapa pentingnya disleksia ditangani dengan cara tepat dan terarah.

“Anak-anak yang mengalami disleksia dan ditangani dengan baik tentu diharapkan akan mampu berkembang dan anak-anak yang ada disini (disleksia) dapat berkembang sesuai potensinya, baru kemudian mereka diharapkan bermanfaat bagi khalayak ramai,” kata dia. (ant/sb)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER