Sabtu, Mei 18, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tahun 2024, Tiga Program Pertanian di Badung Ditekankan

BADUNG – Guna mewujudkan Badung Daulat Pangan, Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi, di Kembengan Sari Waterpark, Petang, menekankan kepada Dinas Pertanian dan Pangan, genjot tiga program prioritas di tahun 2024.

“Kami minta Dinas Pertanian dan Pangan dapat memastikan tingkat produksi pertanian, ketersediaan pangan dan kebutuhan pangan di masyarakat. Selain itu, dapat menumbuhkan petani milenial, serta mendorong petani dengan memberikan penguatan modal,” kata Adi Arnawa, saat acara Gathering Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Selasa (2/1/2024).

Lebih lanjut dijelaskan, di tahun 2023, Bupati sudah mengambil kebijakan dengan memberikan penyertaan modal sekitar Rp31 miliar untuk Perumda Pasar Mangu Giri Sedana. Penyertaan modal tersebut digunakan membeli gabah petani badung sebesar Rp10 miliar. Selain itu memberi insentif bagi petani berupa permodalan, pupuk, bibit dan lainnya.

“Dengan membeli produksi petani ini, sebagai upaya memotivasi petani untuk bangga menjadi petani, mampu menekan alih fungsi lahan pertanian serta menekan laju inflasi,” imbuhnya, dihadapan Penyuluh Pertanian se-Badung serta Pegawai Pertanian yang sudah purna tugas.

Pihaknya mengapresiasi gathering yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan, karena sebagai wadah menyerap aspirasi, guna memajukan sektor pertanian di Badung.

Disebutkan, bahwa sektor pariwisata memang menjadi unggulan sebagai sumber PAD Badung. Selain pariwisata, sektor pertanian juga patut mendapatkan prioritas utama. Inilah tantangan kedepan yang membutuhkan dukungan semua pihak.

“Kami bermimpi ke depan kue pariwisata benar-benar dapat dinikmati oleh semua sektor, salah satunya sektor pertanian. Kami ingin memastikan ke depan petani kita bangga menjadi petani tidak hanya sekedar tagline saja. Kita ingin mewujudkan tourism berkelanjutan berbasis tri hita karana,” jelasnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana menjelaskan, tantangan sektor pertanian kedepan sangat berat. Badung sebagai daerah pertanian dan pariwisata, alih fungsi lahan menjadi tantangan. “Apalagi tingkat kesuburan tanah mengalami penurunan akibat penggunaan pupuk kimia, disamping SDM petani rata-rata umur 60 tahun dan sulit merubah mindset petani,” katanya.

Pihaknya menjelaskan, Dinas Pertanian dan Pangan diakui pula membutuhkan dukungan SDM. Disampaikan pula laporan kinerja tahun 2023, dimana capaian kinerja dinas pertanian mencapai 84 persen serapan anggaran, meningkat tahun lalu hanya 80 persen. Upaya peningkatan kualitas pelayanan, sudah mulai membuat ruang arsip yang baik, memperbaiki gedung satker di Kuta Selatan, pengadaan mobil URC, drone pertanian.

Dilakukan pengembangan lahan cabe 15 ha, bawang merah 2 ha, jagung 5 ha, kedelai 300 ha dan padi 260 ha.  Menyebarkan bantuan pasca panen, serta membeli alat panen otomatis. Bidang peternakan sedang menata Sentra Ternak Sobangan, menyebarkan bibit babi hampir 1.200 ekor, sapi 360 ekor, ayam petelur 2.000 ekor.

Perkebunan agro techno park sudah mulai jalan kunjungan sudah banyak, menyebarkan bibit kopi 10.000 kepada masyarakat petani. Di bidang pangan 2023, dilaksanakan gerakan pangan murah dan tahun ini akan dilanjutkan setiap bulan di desa-desa.

Lebih lanjut dijelaskan, mulai 2023 diadakan cadangan beras 140 ton kerjasama dengan bulog, menggalakkan program watanabe dan sibertani. Bidang prasarana pertanian, menyerahkan 234 alat pertanian. Bidang kesehatan hewan, dengan program vaksinasi rabies dan badung tertinggi di bali, serta memperhatikan shelter anjing.

“Kami juga sebagai satu satunya dinas pertanian dan pangan yang memiliki klinik hewan di Indonesia, bertujuan memperluas cakupan vaksinasi dan pelayanan kesehatan hewan,”¬†terangnya.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER