NUSANTARA – Ketua Umum Akuatik Indonesia Kalimantan Timur (Kaltim), Alimmudin, menegaskan tata cara pelatihan renang bagi anak-anak pemula di Kaltim untuk memiliki konsep dasar yang sama. Tak hanya itu, pelatih juga harus memahami faktor-faktor psikologi anak didik guna menjaga anatomi tubuh tumbuh dengan baik, agar atlet tak “habis” saat injak usia tertentu.
Hal tersebut diungkap Alimuddin di Ibu Kota Nusantara (IKN), Rabu (23/7/2026) pasca kegiatan Pelatihan Pelatih Renang Kategori Madya (Lisensi C) di Balikpapan akhir pekan tadi. Kata dia, tak sedikit terjadi di Kaltim, perenang pemula diberikan porsi latihan yang bukan porsinya.
“Misalkan hal-hal yang banyak terjadi di Kaltim, anak-anak yang masih di bawah umur atau pemula-pemula itu sudah diberikan porsi latihan yang bukan pada porsinya. Sehingga anak-anak di awal memang berprestasi, tetapi pada tingkat-tingkat tertentu, masakan di usia-usia 15 tahun ke atas itu mereka sudah pada hilang, sudah tidak mampu lagi,” ungkapnya
Oleh karena itu, pelatih harus dibekali pelatihan agar ada penyamaan persepsi soal pelatihan renang dari narasumber ahli di bidangnya. Harapannya tata cara pelatihan renang bagi anak-anak pemula di Kaltim nantinya memiliki konsep dasar yang sama.
“Sebab pelatih renang bukan sekedar melatih bagaimana cara berenang yang baik, tetapi juga harus mampu memahami faktor-faktor psikologi anak. Dan ini juga kalau tidak diterapkan dengan pola latihan yang benar, maka juga akan merusak anatomi dan pertumbuhan tubuh si atlet,” ujarnya.
Pelatihan Pelatih Lisensi C oleh Pengprov Akuatik Kaltim yang digelar di Meeting Hall Town House BDI Balikpapan akhir pekan tadi dan turut diikuti peserta dari Kalimantan Selatan (Kalsel) ini juga memiliki sejumlah tujuan.
Selain guna meningkatkan kemampuan para pelatih-pelatih lokal agar mampu memberikan pembelajaran atau pelatihan kepada anak-anak pemula, pun dengan adanya pelatihan itu, diharapkan ke depan akan semakin banyak tercetak atlet-atlet Kaltim yang mampu bersaing baik di tingkat provinsi maupun di tingkat nasional.
“Kemudian, kita juga memberikan ketentuan bahwa hanya dengan sertifikasi tertentu para pelatih boleh mendampingi atlet di dalam pertandingan baik yang di tingkat provinsi maupun di tingkat nasional,” terang Alimuddin.
Pelatihan ini digelar, juga sebagai upaya penyamaan persepsi soal pelatihan renang dari narasumber ahli di bidangnya. Diharapkan tata cara pelatihan renang bagi anak-anak pemula di Kaltim nantinya memiliki konsep dasar yang sama.
“Karena pelatih bukan sekedar melatih bagaimana cara berenang yang baik, tetapi juga harus mampu memahami faktor-faktor psikologi anak,” lanjutnya.
Sementara itu, menjelang Porprov yang akan digelar di Kabupaten Paser tahun ini, pelatihan juri dan wasit juga tengah digelar. Tujuannya agar semua juri wasit di Porprov berkualifikasi minimal C. Hari ini, pelatihan tengah berlangsung di Kutai Kartanegara (Kukar).
“Dan mereka langsung akan melaksanakan uji praktik pada saat kejuaraan Kaltim Open Nusantara Cup 1 di Tenggarong. Dan ini adalah kejuaraan pertama yang dilaksanakan dengan memenuhi seluruh ketentuan-ketentuan yang ada. Misalkan database kejuaraan ini juga sudah mendapatkan rekomendasi dari PB Aquatic Indonesia untuk masuk dalam database nasional. Karena pertama, yang memimpin pertandingan sudah memiliki kualifikasi A, nasional,” jelasnya.
Pada kejuaran itu, juga dilengkapi dengan Seiko Timing System. Jadi, data-data perolehan atlet akan tercatat di data nasional. “Ini pertama kali kita lakukan di Kalimantan Timur dan mungkin di Pulau Kalimantan barangkali. Karena sistem yang kita terapkan hari ini, kita berharap anak-anak antusias. Karena saat mendapatkan penghargaan database-nya bisa masuk. Dan tentu secara kontinyu kita akan melaksanakan lomba-lomba yang bisa masuk ke dalam database nasional,” pungkasnya. (MK/SB)






