Sabtu, Juli 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tangkal Hoaks Dan Propaganda Dalam Pemilu 2024

DENPASAR – Dalam rangka mensukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Polda Bali mengadakan temu Netizen, Selasa 23 Mei 2023 di Hotel Quest Jalan Mahendradata Denpasar.

Dalam temu Nitizen bertema “Cerdas Bersama Netizen Kita sukseskan Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024” dimotori Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Satake Bayu.

Ia mengatakan, Pemilu 2024 adalah pemilihan umum yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia untuk memilih para pemimpin rakyat secara demokrasi di berbagai tingkat. Mulai dari Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga Nasional.

Pemilu sendiri akan digelar pada 14 Februari 2024 nanti untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, lanjut Pemilu anggota DPR RI, DPD RI, serta DPRD tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Ini akan menjadi pemilihan pertama yang terbesar di Indonesia sebab sebelumnya Pemilu dan Pilkada belum pernah dilaksanakan di tahun yang sama. “Dengan melalui Pemilu Serentak 2024 nanti dinilai akan menghasilkan Pemerintahan yang stabil,” ucap Kabid Humas.

Menjelang Pemilu 2024, masyarakat perlu mewaspadai berita hoaks dan propaganda yang umumnya beredar di media sosial.

Hoaks sangat berbahaya karena bisa menyesatkan pikiran masyarakat dan memicu gesekan hingga bisa menimbulkan kerusuhan.”Oleh karena itu penyebaran hoaks harus dicegah agar pemilu berlangsung aman dan damai,” tutur Satake Bayu.

Di samping itu hoaks merupakan ancaman serius didunia maya karena konten hoaks sangat cepat mempengaruhi emosi masyarakat, begitu juga dengan konten provokatif yang bertujuan melawan program-program Pemerintah.

Maraknya hoaks dan konten provokatif wajib kita lawan dan semakin waspada dalam menyaring berita di Internet. “Dan salah satu program pemerintah yang terancam hoaks adalah kesuksesan Pemilu 2024,” jelasnya.

Untuk itu masyarakat wajib untuk mewaspadai penyebaran hoaks di medsos karena bisa berpotensi mengobarkan permusuhan, provokator akan sengaja membuat hoaks dan Propaganda dengan tujuan agar rakyat Indonesia terpecah-belah sesuai dengan keinginan mereka.

Untuk mencegah hoaks jelang Pemilu 2024, maka Polri khusunya Polda Bali menggelar kegiatan temu netizen.

Kepolisian menyadari bahaya hoaks bisa menghancurkan kepercayaan masyarakat dan skeptis pada Pemilu, jika hoaks tidak dilawan dan dicegah maka akan sangat berbahaya karena bisa memicu golput (golongan putih) dan Pemilu terancam gagal.

“Oleh karena itu hoaks harus diberantas dan Polri meminta masyarakat menyadari bahaya hoaks. Masyarakat harus bisa membedakan antara berita asli dan palsu,” sambung Kabid Humas.

Lanjutnya, masyarakat wajib menyadari bahwa salah satu cara melawan hoaks adalah dengan melaporkan akun media sosial yang menyebar berita/gambar palsu tentang pemilu 2024.

Diketahui masyarakat Indonesia merupakan pengguna medsos terbesar di dunia dan rawan terpengaruh hoaks.

“Upaya Utama Polri adalah tindakan preemtif dan persuasif dengan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat agar bijak menggunakan medsos,” tegasnya.

Polda Bali berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, Polri tidak bisa bekerja sendiri.

Untuk itu diharapkan kerjasama dari Netizen dan rekan-rekan Media yang memiliki peran penting dalam memberikan sosialisasi dan edukasi, promosi dan wawasan global kepada masyarakat.

Polda Bali juga mengajak Netizen dan rekan Media untuk bekerjasama menciptakan kondisi aman dan kondusif ditengah masyarakat terutama berkaitan dengan Pemilu 2024.

Dengan adanya kerjasama antara Netizen dan rekan Media diharapkan Polri dapat bekerja lebih profesional dalam melaksanakan tugas memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam mewujudkan Polri yang Presisi (prediktif, responsibilitas, transparansi berkeadilan).

“Semoga kegiatan temu Netizen ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sehingga pemilu 2024  dapat berjalan dengan aman dan lancar”, pungkas Kombes Satake. (Tim/009)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER