Rabu, Mei 22, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tekan Inflasi, Ribuan Bibit Cabai Ditanam di Buleleng

BALI – Guna mengendalikan inflasi khususnya komoditas cabai di Kabupaten Buleleng, Bank Indonesia Provinsi Bali bersama pemerintah daerah setempat, menanam 12.000 bibit cabai di Hutan Kota Banyuasri.

“Pemerintah Kabupaten Buleleng melaksanakan Gerakan Tanam Cabai yang berlokasi di Hutan Kota Banyuasri. Gerakan tanam cabai di lahan tidur ini bertujuan untuk meningkatkan produksi cabai sehingga mampu menekan laju inflasi, mengoptimalkan ruang pekarangan dan mempromosikan pertanian di tengah perkotaan,” kata Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, dalam keterangannya, Sabtu (2/3/2024).

Dia menjelaskan, ribuan bibit cabai diberikan Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali kepada Pemda Bupati Buleleng yang, diserahkan kepada kelompok tani Sudhamala Asri. Selain itu, juga dilakukan peresmian penggunaan Smart Farming dalam budidaya cabai oleh Sekda Provinsi Bali.

Lihadnyana menyampaikan bahwa, program ini terlaksana melalui pemanfaatan lahan tidur seluas 2 hektar milik Pemerintah Kabupaten Buleleng yang belum dioptimalkan sejak 2005. Untuk tahap awal, lahan ini akan ditanami dengan cabai yang sering menjadi komoditas penyumbang inflasi tertinggi di Buleleng.

Selanjutnya, komoditas lain seperti bawang dan sayuran juga akan diujicobakan untuk ditanam di lahan tersebut. Lihadnyana menambahkan bahwa pengolahan lahan tidur ini dibantu oleh TNI yang didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan pendampingan oleh Dinas Pertanian. “Ke depan, hasil panennya akan dibeli oleh Perumda Buleleng sebagai offtaker,” kata Lihadnyana.

Ditambahkan, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja bahwa, bantuan ribuan bibit cabai ini sebagai bentuk komitmen dan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan. Dan, mendukung penuh gerakan tanam cabai di lahan tidur sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan inflasi khususnya komoditas cabai di Kabupaten Buleleng.

“Diperkirakan dapat dipanen dalam 3-4 bulan mendatang, sehingga akan meningkatkan produksi cabai lokal,” pungkas Erwin.

Dia menjelaskan, selama tahun 2023 cabai rawit sudah 6 kali menjadi komoditas tertinggi penyumbang inflasi di Buleleng. Dimana, varietas cabai yang ditanam adalah jenis cabai lokal yang digemari masyarakat.

Untuk mengendalikan harga pangan, sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Daerah dan stakeholders terkait di Bali terus diperkuat.

“Melalui langkah tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2024 tetap akan rendah dan terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1%,” jelasnya.

Ditambahkan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Made Indra juga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi memanfaatkan aset lahan milik Pemerintah Daerah yang belum optimal untuk digunakan bagi kegiatan positif seperti ini.

“Semangat Ngrombo dalam pengendalian inflasi di Bali perlu digalakkan agar masyarakat menjadi sejahtera”, ujar Made Indra yang juga selaku Ketua Satgas Pangan Provinsi Bali itu.

Selain dilakukan penanaman bibit cabai secara bersama, para peserta juga melakukan penebaran benih ikan nila dan dilanjutkan penanaman pohon buah dan tanaman langka di sekitar kolam ikan. (WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER