Kerukunan Umat di Malang Jadi Bekal Baru bagi FKUB Kaltim

MALANG – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan studi tiru ke FKUB Kota Malang pada Jumat (28/11/2025). Kunjungan ini digelar di Gereja Hati Kudus Yesus Malang, salah satu rumah ibadah yang berperan aktif dalam membangun dialog dan harmoni lintas agama di Kota Malang.

Rombongan FKUB Kaltim disambut langsung oleh Ketua FKUB Kota Malang, Drs. H. Ahmad Taufiq, beserta Wakil Ketua I, Drs. H. M. Nur Salim, M.Ag, serta jajaran pengurus dan tokoh lintas agama. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan mencerminkan karakter kerukunan yang telah lama melekat pada Kota Malang.

Dalam pemaparannya, FKUB Malang menjelaskan bahwa kerukunan di kota ini tumbuh kuat berkat keberagaman mahasiswa dari berbagai daerah dan agama. Sebagai kota pendidikan dengan banyak perguruan tinggi besar, Malang dihuni ribuan mahasiswa dari latar suku, budaya, dan keyakinan yang berbeda. Keberagaman ini memperkaya interaksi sosial serta mendorong terciptanya berbagai kegiatan lintas iman di lingkungan kampus dan masyarakat umum.

Ketua FKUB Malang, Drs. H. Ahmad Taufiq, bersama Wakil Ketua I, Drs. H. M. Nur Salim, M.Ag, turut memaparkan program strategis mereka, seperti dialog rutin lintas iman, kegiatan sosial bersama antaragama, hingga pendekatan kekeluargaan dalam penyelesaian isu kerukunan. Kolaborasi erat antara FKUB, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan tokoh masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan model kerukunan di Kota Malang.

Apresiasi atas kunjungan ini disampaikan langsung oleh Ketua FKUB Kaltim, K.H. Muhammad Rasyid. Beliau menilai bahwa praktik kerukunan yang berkembang di Malang memberikan gambaran konkret tentang bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan yang menyatukan. Ia menyampaikan bahwa perspektif yang diperoleh dari Malang akan menjadi bahan penting bagi FKUB Kaltim dalam memperkuat peran kelembagaannya di daerah.

Diskusi kemudian berkembang pada strategi pencegahan potensi konflik, peran institusi pendidikan dalam membangun budaya toleransi, serta bagaimana rumah ibadah seperti Gereja Hati Kudus Yesus dapat menjadi ruang perjumpaan yang inklusif dan mendorong kolaborasi lintas iman.

Melalui studi tiru ini, FKUB Kaltim berharap wawasan dan pengalaman yang diperoleh dari Kota Malang dapat diadaptasi dengan baik di Kalimantan Timur. Praktik baik yang ditemukan di Malang menjadi bekal berharga untuk memperkuat kerukunan dan memperluas jejaring kolaborasi antaragama di daerah. (MK/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER