Kehadiran TNI di Sidang Nadiem Jadi Sorotan, Jaksa Tegaskan Hanya untuk Pengamanan

JAKARTA — Kehadiran prajurit Tentara Nasional Indonesia dalam sidang perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) dengan terdakwa Nadiem Anwar Makarim sempat menyedot perhatian publik.

Sorotan itu muncul setelah majelis hakim menegur posisi prajurit yang berdiri di ruang sidang dan menghalangi awak media untuk meliput.

Jaksa penuntut umum kemudian memberikan penjelasan atas keberadaan aparat TNI tersebut. Jaksa Roy Riady menegaskan bahwa kehadiran prajurit semata-mata untuk kepentingan pengamanan jalannya persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

“Itu kan keamanan,” kata Roy kepada wartawan seusai sidang, Senin (5/1/2026).

Menurut Roy, dalam sejumlah penanganan perkara saat ini, Kejaksaan Agung memang melibatkan personel TNI sebagai bagian dari penguatan pengamanan. Kerja sama tersebut, kata dia, telah berjalan berdasarkan kebijakan internal institusi.

“Kami di dalam penanganan perkara sekarang ada juga melibatkan teman-teman dari TNI,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelibatan aparat TNI tidak hanya berkaitan dengan persidangan, tetapi juga dalam proses penegakan hukum lain seperti penggeledahan dan kegiatan teknis penanganan perkara.

Sebelumnya, suasana sidang sempat terhenti ketika ketua majelis hakim Purwanto S Abdullah menegur tiga prajurit TNI yang berdiri di depan kursi pengunjung, tepat di area keluar-masuk ruang persidangan. Hakim menilai posisi tersebut mengganggu jalannya sidang serta aktivitas peliputan media.

Hakim kemudian meminta para prajurit untuk berpindah ke bagian belakang ruang sidang agar persidangan dapat berjalan dengan tertib. Setelah posisi disesuaikan, sidang kembali dilanjutkan dengan agenda pembacaan eksepsi oleh tim penasihat hukum Nadiemu prajurit TNI yang terlihat berjaga. Namun, setelah sidang diskors dan dilanjutkan, jumlah aparat bertambah menjadi tiga orang.

Sebagai catatan, pada sidang pembacaan dakwaan Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, dan Ibrahim Arief dalam perkara yang sama pada Desember 2025, tidak terlihat pengamanan dari prajurit TNI di ruang sidang. (MK/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER