Perahu Terbalik di Laut, Nelayan Jembrana Selamat Usai Berenang ke Darat

JEMBRANA – Sebuah perahu nelayan ditemukan terdampar dalam kondisi terbalik di Pantai Banjar Anyar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. Perahu bernama ‘Rembulan’ tersebut diketahui milik seorang nelayan asal Desa Air Kuning yang sempat dinyatakan hilang saat melaut.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang karyawan vila setempat bernama I Kade Suardika alias Dek Ngacur pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 06.00 Wita. Awalnya, dirinya mengira benda yang mengapung di bibir pantai adalah sepotong kayu besar.

“Saksi mendapat info dari pemilik vila bahwa ada kayu besar di pantai. Namun saat dicek, ternyata itu adalah perahu nelayan berwarna kuning muda dalam kondisi rusak dan tanpa pengemudi,” ungkap Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika saat dikonfirmasi detikBali, Selasa (20/1/2026).

Melihat kondisi tersebut, saksi bersama warga sekitar langsung mengevakuasi mesin perahu dan peralatan nelayan lainnya ke pinggir pantai agar tidak hanyut terbawa arus.

Temuan perahu tak bertuan ini sempat membingungkan warga. Namun, setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian identitas pemilik perahu berhasil terungkap. Pemilik perahu tersebut adalah Safudin (54), warga Banjar Tengah, Desa Air Kuning.

Beruntung, Safudin ditemukan dalam keadaan selamat di rumahnya. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban berhasil berenang ke daratan setelah perahunya dihantam ombak besar.

“Korban menerangkan bahwa sekitar pukul 04.00 Wita, perahunya diterjang ombak besar hingga terbalik. Setelah kejadian itu, korban langsung meninggalkan perahunya dan berusaha menuju daratan hingga sampai ke rumahnya,” papar Sartika.

Sekitar pukul 08.25 Wita, Safudin bersama keluarganya mendatangi lokasi penemuan perahu di Pantai Banjar Anyar Tembles untuk mengecek kondisi armada miliknya. Meski selamat, Safudin mengalami kerugian materiil yang cukup besar.

“Akibat kejadian tersebut, perahu mengalami kerusakan pada beberapa bagian. Kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp 10 juta,” kata Sartika.

Pada pukul 08.30 Wita, perahu tersebut telah diserahkan kembali kepada pemiliknya. “Kami mengimbau para nelayan untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan ombak besar saat melaut,” tandasnya. (DTB/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER