Kemdiktisaintek–ADB Bahas Penguatan Infrastruktur Pendidikan Tinggi

JAKARTA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menerima audiensi Asian Development Bank (ADB) untuk membahas penguatan kerja sama strategis di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, Senin (26/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa Kemdiktisaintek tengah menyusun master plan nasional infrastruktur pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang selama ini belum dimiliki Indonesia.

“Master plan ini kami susun agar pengembangan fasilitas perguruan tinggi memiliki arah nasional yang jelas, seimbang antarwilayah, dan dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademika. Kami juga terbuka terhadap peluang dukungan ADB dalam proses penyusunannya,” ujar Brian.

Rencana induk tersebut diarahkan untuk memastikan pemerataan akses dan kualitas sarana pendidikan tinggi di seluruh Indonesia, terutama pada delapan bidang prioritas nasional. Infrastruktur yang dikembangkan juga diharapkan dapat dimanfaatkan lintas perguruan tinggi oleh dosen, peneliti, dan mahasiswa.

Country Director ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov, menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah Indonesia dalam menjadikan pendidikan tinggi sebagai pilar transformasi menuju negara berpendapatan tinggi.

“Perjalanan Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi membutuhkan fondasi yang kuat. Investasi pada manusia adalah kuncinya, dan ADB melihat Kemdiktisaintek sebagai mitra strategis dalam membangun fondasi tersebut,” kata Bobur.

ADB juga menegaskan ketertarikannya untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang terintegrasi. Senior Director Human and Social Development ADB, Ayako Inagaki, menyebut dukungan tersebut mencakup pengembangan pendidikan vokasi, rumah sakit pendidikan, pendidikan kedokteran, hingga penguatan riset dan inovasi di sektor strategis seperti semikonduktor dan kecerdasan buatan.

“Kami ingin mendukung pengembangan ekosistem pendidikan tinggi secara menyeluruh, termasuk keterhubungannya dengan industri, riset, dan jejaring regional,” ujar Ayako.

Dalam audiensi tersebut, kedua pihak juga membahas dukungan terhadap sejumlah proyek strategis nasional, termasuk pengembangan ekosistem semikonduktor dan teknologi maju lainnya, yang membutuhkan peran besar perguruan tinggi dalam penyediaan sumber daya manusia unggul.

Kemdiktisaintek menegaskan posisinya sebagai kementerian bagi seluruh perguruan tinggi dengan prinsip akses dan standar pembelajaran yang setara.

Ke depan, Kemdiktisaintek dan ADB sepakat melanjutkan pembahasan teknis untuk merumuskan bentuk dukungan konkret yang sejalan dengan kebutuhan nasional. Kerja sama ini diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, riset, dan inovasi Indonesia dalam menghadapi tantangan global sekaligus mendukung agenda pembangunan jangka panjang nasional. (MK/SB)

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER