SERPONG – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan komitmennya mewujudkan visi besar “Pendidikan Bermutu untuk Semua” melalui Forum Komunikasi Publik Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan yang digagas oleh Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah, komunitas pendidikan, organisasi masyarakat, guru, siswa, dan orang tua.
Forum ini bertujuan mendukung implementasi kebijakan prioritas pendidikan dasar dan menengah, selaras dengan arah pembangunan pendidikan nasional dalam Asta Cita, yang mencakup Penguatan pendidikan karakter dan kesehatan sekolah, Peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru, Wajib belajar 13 tahun dan pemerataan kesempatan pendidikan, Penguatan literasi, numerasi, serta sains dan teknologi.
Selanjutnya, Pemenuhan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan serta Pembangunan kebahasaan dan kesastraan.

Melalui forum ini, Kemendikdasmen menargetkan tiga capaian utama: meningkatkan pemahaman publik mengenai program prioritas, membangun sinergi komunitas dan lembaga masyarakat, serta menguatkan dukungan masyarakat terhadap kebijakan pendidikan dasar dan menengah.
“Transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Kolaborasi dengan komunitas, organisasi masyarakat, guru, orang tua, dan pelajar adalah kunci untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, Sabtu (21/2/2026).
Suharti menambahkan, forum ini membuka ruang dialog seluas-luasnya untuk menyerap masukan dari komunitas dan lembaga masyarakat agar kebijakan yang dirumuskan relevan dengan kebutuhan di lapangan dan berdampak nyata bagi peserta didik.
Kepala BKHM, Anang Ristanto, menekankan pentingnya partisipasi aktif komunitas dan organisasi pendidikan sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan kebijakan dan program prioritas. Forum ini juga menjadi sarana penguatan ekosistem pendidikan berbasis gotong royong, transparansi, dan akuntabilitas.
Forum dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar, guru, ibu rumah tangga, dan organisasi masyarakat seperti Komunitas Kami Pengajar, Sidina Community, Komunitas Patriot Pelajar Mahasiswa, PP Persatuan Guru NU, PP ‘Aisyiyah, Forum Guru Muhammadiyah, PP Ikatan Pelajar NU, PP Ikatan Pelajar Putri NU, PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan PP Ikatan Pelajar PERSIS.
Dalam forum ini, kebijakan Kemendikdasmen yang dibahas mencakup Program Indonesia Pintar (PIP), Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), peningkatan kesejahteraan guru, Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
“Kehadiran para peserta dari berbagai komunitas dan lembaga masyarakat mencerminkan semangat kolaborasi lintas elemen dalam mendukung transformasi pendidikan nasional,” ujar Anang Ristanto. (MK/SB)






