Megah tapi Belum Komersial, Bandara IKN Baru Didarati 11 “Burung Besi”

NUSANTARA — Bandara Very Very Important Person (VVIP) Ibu Kota Nusantara yang kini bernama Bandara Internasional Nusantara tercatat baru didarati sedikitnya 11 jenis pesawat sejak tahap uji coba hingga April 2026.

Beragam jenis “burung besi” tersebut mencakup penerbangan uji coba, kunjungan kepresidenan, hingga rombongan pejabat negara. Secara fisik, bandara ini dinilai megah dan representatif, namun hingga kini belum beroperasi secara komersial karena masih menunggu kepastian regulasi dari pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas Kepala Bandara Internasional Nusantara, Imam Alwan, menyebut rancangan aturan operasional telah diajukan. “Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) sudah disampaikan oleh Otorita IKN kepada Presiden melalui Sekretariat Negara (Setneg),” sebut Imam Alwan kepada wartawan, pada April lalu.

Sementara itu, pujian datang dari Ketua MPR  RI, Ahmad Muzani yang merasa terkesan saat pertama kali mendarat di Bandara Internasional Nusantara dalam kunjungannya ke IKN 20 April 2026. Katanya, bandara tersebut begitu megah.

“Kesan kami turun, kita dikagetkan dengan suasana yang membanggakan. Bandara Internasional Nusantara di IKN pertama begitu megah dan mewah,” ujarnya saat rangkaian kunjungan tersebut.

Sejumlah pesawat yang pernah mendarat di bandara ini antara lain pesawat TNI AU jenis Boeing 737-400 yang membawa rombongan pimpinan MPR RI, serta Boeing 737-900 yang digunakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Mei 2025, runway bandara sepanjang 3.000 meter dan lebar 45 meter itu didarati pesawat TNI AU Boeing 737 seri kepresidenan/VIP yang memuat Wapres dalam kunjungan resmi perdana ke IKN.

Medio 2024, dua jenis pesawat kepresidenan utama telah sukses mendarat membawa Presiden RI ke 7 waktu itu, Joko Widodo. Yakni Avro RJ-85 (BAE 146-200) tak lain pesawat kepresidenan berukuran medium yang menjadi pesawat pertama yang dinaiki Presiden mendarat di IKN pada 24 September 2024.

Lalu pada 11 Oktober di tahun yang sama, mendarat lagi Boeing Business Jet (BBJ) 737-800 yang merupakan pesawat Kepresidenan Indonesia-1 (jet berbadan besar/narrow-body).

Sebelum digunakan oleh rombongan kepresidenan, TNI AU sudah lebih dulu melakukan serangkaian uji coba pendaratan menggunakan pesawat dinas militer. Yakni Boeing 737-200 dan Boeing 737-400 yang merupakan pesawat komersil milik TNI Angkatan Udara ketika melakukan uji coba kelayakan pendaratan (proving flight).

Lalu pesawat angkut berat andalan TNI AU yang menguji kekuatan landasan pacu yaitu C-130 Hercules. Kemudian CN-295, pesawat angkut taktis militer buatan PTDI-Airbus. Satu lagi pesawat angkut ringan CASA C-212 yang digunakan pada tahap-tahap awal uji coba pendaratan.

Selain itu, saat awal uji coba, bandara ini juha didarati pesawat Bombardier Challenger CL 604 yakni ket pribadi komersil yang dioperasikan oleh PT Karisma Bahana Aviasi dalam rangka uji coba operasional bandara.

Kemudian Beechcraft King Air. Sebuah burung besi khusus dari Balai Fasilitas Kalibrasi Penerbangan Kementerian Perhubungan yang digunakan untuk menguji sistem navigasi dan visual bandara.

Di sisi lain, muncul keraguan terkait potensi utilisasi bandara ini, mengingat jaraknya relatif dekat dengan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan yang dapat ditempuh sekitar 45 menit dari kawasan IKN.

Namun demikian, keberadaan Bandara Nusantara diyakini akan menjadi bagian penting dalam mendukung ekosistem transportasi dan meningkatkan daya tarik investasi di ibu kota baru Indonesia. (MK/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER