TABANAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan merevitalisasi dua kawasan, yakni Jalan Gajah Mada dan Terminal Pasar Pesiapan, guna menata wajah kota. Seluruh pedagang di dua kawasan itu nantinya akan disatukan di kawasan Pesiapan setelah penataan rampung.
Sebelumnya, pedagang Pasar Senggol di Jalan Gajah Mada telah direlokasi ke kawasan Gedung Kesenian I Ketut Marya pada 21 Mei 2026. Kini, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tabanan mulai mengadakan sosialisasi relokasi pedagang yang berada di kawasan Terminal Pasar Pesiapan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tabanan, I Gede Sukanada, menegaskan relokasi tersebut menjadi tahap awal penataan kawasan. Sebanyak 70 pedagang akan direlokasi dan seluruh area terminal ditargetkan sudah dikosongkan per 1 Juni 2026.
“Sesuai koordinasi dengan Dinas PU, per 1 Juni 2026 kawasan Terminal Pesiapan harus sudah kosong,” ujar Sukanada, Senin (25/5/2026) usai sosialisasi dengan para pedagang.
Dia merinci, relokasi menyasar 20 pedagang kios, 26 pedagang bermobil, dan 24 pedagang lapak. Pedagang bermobil dan pedagang lapak dipindahkan ke Jalan Kutilang atau eks Kantor Dinas Ketahanan Pangan di kawasan Pasar Dauh Pala. Sementara itu, pedagang kios diarahkan menempati Terminal Tuakilang.
“Lokasi relokasi telah disiapkan sesuai kebutuhan. Namun jika terjadi kekurangan tempat, khusus pedagang bermobil akan diakomodasi di pinggir jalan sekitar eks Kantor Ketahanan Pangan dengan koordinasi pihak adat setempat,” jelasnya.
Sukanada menegaskan selama proses penataan berlangsung, fungsi Terminal Pesiapan tetap berjalan normal dan tidak dipindahkan. Pembongkaran hanya difokuskan pada kios-kios di sekitar pasar sebagai bagian dari penataan kawasan.
Pemerintah juga memperbolehkan pedagang kios yang memilih tidak menempati lokasi relokasi resmi untuk mencari tempat berjualan mandiri sementara. Namun, mereka tetap wajib melapor ke dinas terkait untuk kepentingan pendataan.
Salah satu pedagang, Ni Sulistyawati, mendukung penataan tersebut. Namun, dia khawatir kehilangan tempat berjualan setelah proses penataan dilakukan.
Sulistyawati mengatakan telah berdagang di kawasan tersebut sejak 1980-an dengan melanjutkan usaha orang tuanya.
“Harapan saya bisa kembali mendapat tempat setelah terminal selesai ditata,” ujarnya.
Dia juga mengaku keberatan jika harus pindah ke Terminal Tuakilang karena dinilai terlalu jauh dari pelanggan dan dikhawatirkan membuat omzet menurun. Untuk sementara, dia memilih mencari lokasi berjualan mandiri di sekitar Terminal Pesiapan. (DTB/SB)






