Sabtu, Juli 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bali Internasional Kite Festival Diikuti Ratusan Peserta

DENPASAR – Kejuaraan Bali International Kite Festival (BIKF) Ke-45, yang mengangkat tema Krida Langu Segara Kerthi, diikuti ratusan peserta dari luar Bali dan luar negeri, di Pantai Padanggalak, Desa Kesiman, Denpasar Timur, Sabtu (15/7/2023).

Gubernur Bali, Wayan Koster, secara resmi membuka acara yang ditandai dengan menaikkan layangan pecukan bersama Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha, General Manajer PLN UID Bali, dan Ketua Panitia Bali International Kite Festival Ke-45, Wayan Sukarsa.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Gubernur Bali Wayan Koster, yang mendukung kreativitas peserta (para yowana), untuk melestarikan mainan tradisional Bali. Yang memiliki nilai seni budaya Bali yang sangat adi luhung dan menjadi daya tarik pariwisata Bali,” kata Ketua Panitia Bali International Kite Festival Ke-45, Wayan Sukarsa.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, Kejuaraan Bali International Kite Festival Ke-45 ini dilaksanakan selaras dengan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali XLV Tahun 2023 yang bertema ‘Segara Kerthi: Prabhanneka Sandhi, yang memiliki arti Samudra Cipta Peradaban. Dan mengandung makna bahwa laut adalah tempat segala kreatifitas dan bersuka cita.

“Peserta yang mengikuti Bali International Kite Festival Ke-45 berasal dari peserta lokal, nasional dan internasional, yang terdiri dari 195 pelayang lokal, 31 pelayang dari berbagai daerah di Indonesia” katanya.

Untuk peserta dari dari luar Bali, yaitu berasal dari Palembang, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Riau, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jakarta, Cilacap, dan Sulawesi Tenggara.

Kemudian untuk pelayang internasional diikuti oleh 7 negara yang terdiri dari Polandia, Swedia, Jepang, Filiphina, Australia, Thailand, Singapore, dan Malaysia.

“Kreatifitas layangan yang dilombakan adalah Layangan Jangan, Layangan Be-Bean, hingga Layangan Pecukan yang dibalut dengan perpaduan kain berwarna hitam, merah dan putih yang melambangkan Tridatu. Kejuaraan layangan ini juga dimeriahkan dengan perlombaan pindekan yang diikuti sebanyak 83 peserta,” pungkasnya.

Sementara itu, Pelayang asal Australia, Michael Avarest menyambut baik upaya Pemerintah Provinsi Bali yang dipimpin Gubernur Bali, Wayan Koster. Karena ajang perlombaan layangan di Bali adalah kesempatan luar biasa.

“Tidak saja bisa memainkan layangan, namun kami ke Bali juga bisa mempelajari budaya Bali yang sangat indah melalui kreativitas para anak muda Bali yang ditunjukkan dengan nilai – nilai seni dan budaya Bali,” kata Michael Avarest.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER