NUSANTARA – Progres pembangunan Basilika Santo Fransiskus Xaverius di Ibu Kota Nusantara (IKN) kini telah mencapai 60 persen. Tempat ibadah umat Katolik yang digarap PT Wika Gedung (Wege) bersama sejumlah perusahaan dalam bentuk kerja sama operasi (KSO) itu ditargetkan rampung pada Desember 2025, sehingga bisa digunakan mulai tahun depan.
Pantauan di lapangan, nampak aktivitas pembangunan terus berjalan. Besi-besi penopang pengerjaan rangka bangunan terlihat dari kejauhan. Nampak pula crane yang dioperasikan di lokasi.
“Sejauh ini sesuai lapangan, sudah 60 persen progresnya. Iya, Desember targetnya selesai,” ujar Said, salah satu petugas proyek, Jumat (19/9/2025).
Pada Mei lalu, saat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi, progres pembangunan baru sekitar 4,63 persen. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyebut kehadiran Basilika ini menegaskan visi IKN sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
“Simbol kerukunan di IKN. Melambangkan kebhinekaan,” tutur Basuki, usai mendampingi kunjungan Wapres Gibran.
Misa pemberkatan batu pertama dan area pembangunan tempat peribadatan Katolik ini beberapa waktu lalu, dipimpin Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, ditandai dengan misa.
Sekadar informasi, kawasan Basilika memiliki luas bangunan 10.612,66 meter persegi. Berdiri di atas lahan dengan luas persil 2.023 hektare. Lingkup pekerjaannya terdiri dari bangunan gedung dan kawasan.
Bangunan gedung Gereja Katolik empat lantai seluas 8.586 meter persegi. Sementara Wisma Uskup terdiri dari tiga lantai dengan luas 1.770 meter persegi. Selain itu, ada bangunan Kantin dua lantai seluas 256 meter persegi.
Untuk kawasannya, meliputi Plaza Gereja Katolik, Pelataran Utama, Pelataran Makan, Plaza Jalan Salib, Taman Doa, Taman Wisma Uskup, Goa Maria, Menara Lonceng, serta area parkir.
Anggaran pembangunannya mencapai Rp651 miliar. Kapasitas jemaatnya ditaksir mampu menampung hingga 1.600 orang.
Arsitektur Basilika Santo Fransiskus Xaverius dirancang mencerminkan keberagaman budaya Nusantara dan sejarah Katolik di Indonesia.
Berbarengan dengan Istana Wakil Presiden dan Masjid Negara, Basilika ditargetkan rampung pengerjaan akhir Desember 2025, sehingga 2026 dapat digunakan. (MK/SB)






