JAKARTA – Aliansi BEM Persatuan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Aksi yang diikuti perwakilan dari 13 kampus itu menyoroti berbagai program pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.
Ketua BEM Universitas Jayabaya, Hikmah Maulana Sai, mengatakan aksi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan gerakan mahasiswa di tengah berbagai perbedaan pandangan yang berkembang saat ini.
“Kita mengawal dan mengajak teman-teman mahasiswa, aktivis dalam pergerakan, itu agar bisa mempersatu lagi, jangan terpecah belah oleh narasi-narasi yang memang dibangun ataupun narasi-narasi propaganda yang saat ini terjadi,” ujar Hikmah di sela aksi.
Selain menyerukan persatuan mahasiswa, massa aksi juga mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah program yang dinilai bersifat populis.
“Kita menuntut kepada pemerintah untuk evaluasi total dari program-program pemerintah yang bersifat populis, seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) dan juga Koperasi Merah Putih,” katanya.
Dalam orasinya, Hikmah juga menyoroti pentingnya ruang diskusi yang terbuka antara pemerintah dan kalangan mahasiswa. Menurutnya, pemerintah perlu lebih sering membuka ruang dialog agar berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dibahas bersama.
“Kita meminta kalian sering bukalah ruang publik seperti diskusi kepada mahasiswa, undang semua mahasiswa, apa yang menjadi memberatkan masyarakat, kritikan masyarakat kepada pemerintah,” ucapnya.
Ia menilai dialog yang sehat dapat menjadi sarana untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan bangsa. Karena itu, mahasiswa berkomitmen terus menjaga ruang publik yang terbuka dan kritis.
“Kita sebagai mahasiswa harus menciptakan ruang-ruang publik, ruang-rang sehat untuk membicarakan semua apa yang menjadi permasalahan di masyarakat hari ini,” tegas Hikmah.
Aksi tersebut disebut sebagai tahap awal dari rangkaian gerakan yang akan terus dilakukan. Aliansi BEM Persatuan Indonesia berencana menggelar konsolidasi yang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak kampus guna menyatukan agenda perjuangan mahasiswa di berbagai daerah. (MK/SB)






