Minggu, Juni 16, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bos Otorita IKN Sebut Tidak Ada Penggusuran Semena-mena

JAKARTA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan tidak menggusur rumah warga adat di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Wilayah ini masuk kawasan pembangunan IKN.

Kepala OIKN Bambang Susantono mengatakan dirinya dan keluarga saat ini telah resmi menyandang status kependudukan sebagai warga Sepaku. Oleh karena itu, dirinya juga merasa bertanggung jawab apabila ada hal yang membuat warga sekitar tidak nyaman.

“Khusus saya sampaikan di sini bahwa tidak ada penggusuran yang semena-mena,”kata Bambang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (18/3/2024).

“Sehingga, kalau ada sesuatu yang tidak berpihak kepada mereka, pada tempatnyalah saya memberikan ruang untuk mereka. Jadi, kalau kemarin-kemarin ada ribut-ribut, mudah-mudahan itu yang terakhir,” sambung Bambang.

Bambang mengatakan di satu sisi OIKN bertanggung jawab dalam menjaga tata ruang sehingga kawasan tersebut tertata. Namun tidak bisa dipungkiri, euforia pembangunan IKN membuat sebagian pihak melakukan pembangunan yang tidak sesuai dengan aturan yang ada.

“Jadi izinkan kami tetap menata sesuai tata ruang dan tentu saja itu tidak termasuk apa yang diwartakan sebagai penggusuran. Saya kira, kita jauh dari kata penggusuran,” jelasnya.

Bambang menekankan bukan berarti kesan masyarakat tersebut jadi tidak menyatu dengan keseluruhan ekosistem IKN. Justru ke depan, pihaknya juga akan melakukan penataan melalui penyediaan tempat yang lebih layak.

“Justru kami inginnya mereka menjadi bagian dari yang lain dan bagaimana mereka hidup lebih baik, lebih sejahtera, misal buka warung, kita akan sediakan tempatnya tapi itu akan kami tata dengan satu kawasan yang benar-benar humanis. Itu janji kami,” ujar Bambang.

Selain itu, Bambang menjalin komunikasi dengan masyarakat melalui rangkaian sosialisasi yang baik sehingga bisa menciptakan keadilan sekaligus tata ruang yang tertib. Ia juga percaya penataan tersebut akan bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

“Bulan Ramadan ini saya sampaikan kepada semua, please kita semua sosialisasikan dengan lebih baik akan banyak teman-teman yang benar-benar masuk ke masyarakat, dan kami hubungannya sangat baik dengan para tokoh masyarakat,” pungkasnya. (*/dtc/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER