CUPT-CRISU Bahas Sertifikasi Halal Produk Pertanian di IKN

NUSANTARA – Sertifikasi halal pada produk pertanian, termasuk beras, menjadi salah satu topik utama dalam High Level Meeting ke-16 Council of University Presidents of Thailand (CUPT) dan Council of Rector of Indonesia State University (CRISU) yang digelar di Multifunction Hall Kemenko 1, Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (25/8/2025).

Rektor Universitas Borneo Tarakan, Yahya Ahmad Zein, menegaskan sertifikasi halal merupakan parameter penting bagi produk yang dipasarkan, khususnya untuk konsumen muslim.

“Ini penting ya, apalagi yang komunitas muslim ya, seperti misalnya Brunei, ya, jadi konsumen yang mengonsumsi. Tentu label halal dalam sebuah produk itu sangat diperlukan,” tuturnya di lokasi.

Menurut Yahya, hal ini tak hanya berlaku untuk produk dalam negeri. Produk pertanian dari Thailand yang masuk ke Indonesia pun wajib mengantongi sertifikasi halal.

“Tadi juga didiskusikan. Bagaimanapun kalau masuk ke Tanah Air, harus ada sertifikasi halalnya,” tegasnya.

Untuk mengembangkan teknologi pertanian dan sertifikasi halal beras di Indonesia, perlu dilakukan inovasi teknologi pertanian seperti digitalisasi untuk mendukung jangkauan rantai pasok dari petani sampai ke tangan konsumen.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Agus Rubiyanto, yang bertindak sebagai co-host, menyampaikan bahwa di Kalimantan Timur maupun secara nasional, pengembangan teknologi pertanian terus dilakukan.

Tujuannya selain untuk menghasilkan varietas -varietas baru, juga sebagai penunjang peningkatan hasil panen dan produk turunan yang dihasilkan.

“Ini menjadi penting, ini berkaitan dengan perkembangan hasil,” ujarnya dalam sesi.

Dalam forum internasional yang mengusung tema “Inovasi Bertemu dengan Ketahanan Pangan dan Pembangunan Industri”, Universitas Mulawarman (Unmul) melalui Rektor Abdunur juga bertindak sebagai co-host.

Sekadar informasi, kegiatan tersebut diikuti 95 perwakilan perguruan tinggi dari Indonesia dan Thailand, terdiri dari rektor hingga dekan.

Dari Indonesia, hadir di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Andalas, Universitas Halu Oleo, hingga Universitas Borneo Tarakan. Sementara dari Thailand hadir perwakilan Bangkok University, Siam University, hingga Mae Fah Luang University. (MK/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER