NUSANTARA – Wakil Menteri Agama (Wamenag), R Muhammad Syafi’i, meninjau langsung pembangunan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang diproyeksi jadi Basilika pertama di Indonesia.
Progres fisik nyaris rampung. Bahkan kini tengah penataan interior dan perlengkapan ibadah. “Kita sudah lihat, masjidnya sudah siap digunakan, kemudian gereja juga sudah tahap mebeler,” ungkapnya, Kamis (12/2/2026) di kompleks peribadatan IKN.
Dari penjelasan yang disimak Wamenag, disebutkan jika fasilitas gereja dan rumah uskup dapat digunakan pada Mei 2026. Bahkan gereja berkapasitas sekira 1.300 jemaat ini, targetnya sudah dapat dipakai pertemuan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada Mei mendatang.
Oleh sebab itu, dalam waktu dekat proses penyelesaian gereja akan dikebut. “Tadi juga disampaikan, termasuk penyiapan mebelernya,” tutur Wamenag.
Menariknya, di gereja itu, akan dipasang lonceng dan salib yang didatangkan khusus dari Belanda. “Dan ini menggunakan sistem digital,” sebutnya. Namun demikian, pemasangan keduanya ditarget rampung Maret 2026, agar pertemuan para uskup dapat benar-benar digelar di calon ibu kota baru.
Wamenag Romo Syafi’i (sapaan akrabnya) menyebut, ke depan, fasilitas rumah ibadah lainnya juga akan dibangun di IKN. “Untuk umat Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Rencananya akan dibangun pada tahap pengembangan berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Kalimantan Timur Kementerian Pekerjaan Umum, Efry Biaktama Meliala, mengatakan, progres pembangunan saat ini hampir selesai dan sesuai yang ditargetkan. “Secara struktur, seluruh bangunan utama sudah terbangun,” jelas Efry. Kini pekerjaan interior masih terus berjalan, berikut segala kelengkapannya. (MK/SB)






