Sabtu, Juli 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Delapan Desa di Jembrana Rentan Tsunami

JEMBRANA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana melakukan pemetaan terhadap delapan desa rentan bencana tsunami. Termasuk di antaranya ada tiga desa yang menjadi zona merah tsunami.

Pemetaan tersebut dilakukan untuk menetapkan jalur evakuasi yang harus diikuti oleh warga jika terjadi bencana. Kepala BPBD Kabupaten Jembrana I Putu Agus Artana Putra menjelaskan ada sebenarnya beberapa titik kumpul, tapi tidak cukup untuk menampung seluruh warga.

Kemudian, lokasinya juga dekat pantai sehingga tidak aman. Maka dari itu perlu dilakukan pemetaan lanjutan. “Dari enam desa yang sebelumnya dilakukan pemetaan, kami ajukan dua desa lain yaitu Desa Tuwed dan Desa Banyubiru dengan potensi bencana tsunami juga. Jadi, total ada delapan desa yang dilakukan pemetaan,” ungkap Artana, Minggu (30/4/2023).

“Kami sudah lakukan pemetaan ini mulai 28 sampai 29 April 2023 dan tinggal menunggu hasil finalnya seperti apa,” tambah Artana.

Dalam pemetaan jalur evakuasi yang diajukan oleh BPBD, terdapat enam kuota yang telah ditetapkan oleh BNPB. Selain itu, BPBD juga mengusulkan tambahan dua desa lainnya, yaitu Desa Banyubiru dan Desa Tuwed. “Final jadi delapan, tambah Banyubiru dan Tuwed dilakukan pemetaan,” jelasnya.

Dalam upaya meningkatkan keselamatan warga dari bencana tsunami, BPBD juga telah menetapkan titik kumpul serta jalur rambu evakuasi di delapan desa tersebut.

“Enam desa yang sudah disiapkan papan jalur evakuasi dan titik kumpul sesuai kuota dari BNPB yaitu Penyaringan, Delod Berawah, Pengambengan, dan tiga desa zona merah tsunami yaitu Yeh Kuning, Air Kuning, dan Perancak,” paparnya.

Sebanyak 160 papan jalur evakuasi telah disiapkan oleh BNPB untuk enam desa yang telah ditetapkan jalur evakuasinya. Sementara itu, untuk dua desa lainnya, yaitu Desa Banyubiru dan Desa Tuwed, BPBD akan menganggarkan sendiri pemasangan papan jalur evakuasi.

“Harapannya dua ini masuk kerentanan bencana dan mengenai papan jalur evakuasinya, namun kalau tidak masuk kami dari BPBD bisa pasang rambu, titik kumpul juga sudah kami tetapkan, Banyubiru ada tiga, Tuwed dua, cuma rambu jalur belum, nanti kami anggarkan,” kata Artana.

Dengan adanya pemetaan ulang ini, BPBD berharap warga lebih siap dan waspada terhadap bencana tsunami yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (hsa/has/dtc)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER