NUSANTARA – Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Troy Pantouw, memastikan pembangunan IKN tidak ada kata setop. Sebaliknya, pembangunan fisik maupun non fisik terus berjalan.
IKN belakangan lagi hangat-hangatnya dibahas di berbagai platform media di Tanah Air. Hal tersebut tak terlepas dari adanya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 71 Tahun 2026 yang mengetuk palu, bahwa Jakarta masih Ibu Kota Negara.
“Nah putusan itu makin menguatkan posisi IKN sebenarnya. Dan memang Keppres (keputusan presiden) inilah yang nantinya menjadi kekuatan hukum pastinya. Bahwa IKN ini memang tengah dipersiapkan. Itu betul. Dan sekarang pembangunan terus berjalan baik di KIPP maupun wilayah sekitar,” jelas Troy.
Ia lalu menyontohkan, di luar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), yaitu Pasar Segar Sepaku juga sudah dibangun baru oleh Otorita. Pembangunan ini sebagai wujud komitmen pemerintah dalam hal ini Otorita IKN, tidak cuma membangun inti pemerintahan saja. Tapi, juga kawasan eksisting sekitar untuk masyarakat delineasi. Bahkan bukan cuma bangunan pasar, koridor jalan koneksi dua desa antara Bukit Raya dan Suka Raja sepanjang sekitar dua kilometer turut dibangun rapi.
“Ini tentu saja komitmen kami, bahwa IKN dibangun dengan inklusif. Bukan hanya kawasan pemerintahan saja, tapi juga wilayah sekitar,” jelas Troy.
Pembangunan non fisik di delineasi IKN juga berjalan seiring pembanguna fisik yang terus bergerak. Masyarakat kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas. Baik melalui bidang keterampilan, UMKM, sampai pendidikan.
Di dalam KIPP sendiri sejumlah pembangunan terus dikerjakan. Mulai dari konektivitas jalan, hingga dua hal yang sedang berproses sesuai amanat Presiden Prabowo Subianto maupun adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 tahun 2025. Yakni pembangunan gedung dan kawasan Legislatif-Yudikatif.
Di sisi lain, total angka estimasi investasi yang masuk ke IKN sebesar Rp72,39 triliun. Angka itu menunjukkan kepercayaan investor terhadap IKN kian besar. Secara keseluruhan, dari total itu, sudah 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS). Di antaranya lewat 65 pelaku usaha yang masuk jajaran investasi swasta murni.
Dari total 75 PKS, ada 11 PKS berasal dari investor asing dengan 8 perusahaan dari 6 negara. Masing-masing dari Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura. Beberapa sudah mulai progres pematangan lahannya.
Lebih luas dijelaskan, IKN ini dibangun lebih dari membangun calon ibu kota baru, tapi membangun Superhub Ekonomi Nusantara ke arah pemerataan ekonomi yang menghubungkan klaster-klaster ekonomi strategis di luar pulau Jawa.
IKN sendiri dibangun dengan 5 tahapan. Saat ini, telah memasuki pembangunan Tahap II (periode 2025–2029). Sedangkan tahapan terakhir ada di tahun 2040-2045. Periode ini bertujuan untuk mengokohkan reputasi IKN sebagai “Kota Dunia untuk Semua”. (MK/SB)






