Pembangunan Bandara Internasional Nusantara Tahap II Dimulai, Anggaran Capai Rp199 Miliar

NUSANTARA – Pembangunan Bandar Udara Internasional Nusantara di Penajam Paser Utara (PPU) terus berlanjut ke tahap II dengan skema anggaran tahun jamak 2025–2027. Total dana yang dikucurkan mencapai Rp199 miliar, termasuk Rp9 miliar untuk konsultan manajemen konstruksi (MK).

Dalam rapat bersama Komisi V DPR RI yang digelar di Ruang Rapat Bandara VVIP Nusantara, Senin (28/7/2025), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memaparkan rencana 21 item pekerjaan lanjutan yang akan dibangun di tahap II.

Beberapa di antaranya adalah Bangunan kantor Imigrasi, Balai karantina dan laboratorium, Kantor Bea dan Cukai, Gedung BMKG, Pekerjaan X-Ray dan instalasi terminal VVIP serta Pembangunan rumah dinas tipe 70 (3 unit) dan tipe 36 (6 unit).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F. Laisa, menjelaskan profil pekerjaan tahun anggaran 2025-2027 merupakan lanjutan pembangunan fasilitas sisi darat bandara.

“Outcome (hasil) kegiatan tentu, agar bandara VVIP IKN ini dapat beroperasi penuh guna mendukung konektifitas Ibu Kota Nusantara ke depannya,” tegas Lukman di hadapan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, dan seluruh anggota Komisi V yang hadir saat itu.

Lanjut Lukman, untuk progres fisik pekerjaan tahun anggaran 2023-2024 yang waktu kontraknya mulai 8 Desember 2023 –  10 Januari 2025 progresnya sudah 100 persen. Ditandai penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) pada tanggal 10 Januari lalu. Sedangkan pekerjaan pembangunan fasilitas sisi darat bandara tahun 2024 yang waktu kontraknya 18 Oktober sampai 16 Maret 2025 juga sudah 100 persen. Pada 17 Maret 2025 juga telah penandatanganan BAST. Pada tahun anggaran tersebut, seluruhnya ada 22 item pekerjaan.

Dalam rencana pengembangan tahap lanjutan, Komisi V menekankan bahwa penanganan dampak sosial kemasyarakatan menjadi aspek penting yang tetap harus diperhatikan. Lukman menanggapi itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pelaksanaan pembangunan dan pengembangan bandara berjalan lancar, dan tidak ada dampak sosial yang negatif.

Fasilitas garbarata (jembatan penumpang) di bandara VVIP IKN.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Antoni Arif Priadi mengatakan, masih ada pekerjaan lanjutan Sisi Darat bandara anggaran 2025-2027.

“Kalau sisi udaranya sudah selesai, Pak. Dan saat ini sedang proses menunggu penyelesaian Keppresnya (Keputusan Presiden) untuk membuka bandara ini dari VVIP ke bandara umum. Menunggu rumusan pasal-pasalnya. Kalau dari kami pasal-pasalnya sudah selesai,” terang mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Periode 2023-2025 ini.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengharapkan proses ubah status bandara dari VVIP menjadi bandara umum cepat selesai.

“Kita lihat bandara ini sudah luar biasa ya. Kami harap bisa melayani masyarakat luar. Semoga proses ubah statusnya di pusat segera selesai,” harapnya.

Sekadar diketahui, bandara ini memiliki kapasitas apron 5 wide body dan 9 narrow body. Memiliki helipad 3 helikopter. Dimensi runway 3.000 x 45 meter. Luas bangunan terminal 7.350 meter persegi terbagi untuk terminal VVIP sekitar 2.350 meter persegi dan terminal VIP sekitar 5.000 m2. Bandara ini berjarak 120 kilometer dari Balikpapan, dan 23 kilometer dari titik nol IKN. Bandara ini memiliki luas area 621 hektare. (MK/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER