DENPASAR – Suasana berbeda terlihat di GBI Shalom Denpasar, Senin (1/6/2026). Puluhan anak usia sekolah dasar tampak serius menatap papan catur sambil sesekali berdiskusi dengan pendamping mereka. Di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila, Institute Of Justice (IOJ) Law Firm justru memilih cara unik untuk menanamkan nilai karakter kepada generasi muda: melalui turnamen catur antar gereja wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kegiatan tersebut digelar bersama Badan Pekerja Daerah (BPD) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Wilayah Bali-NTB, Pemuda dan Anak GBI, ROCK Chess Community serta ROCK Legal Ministry.
Sebanyak 21 peserta kategori Sekolah Dasar (SD) ikut ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung sekitar empat jam di GBI Shalom Denpasar, Jalan Gatot Subroto IV Blok I Nomor 3, Dangin Puri Kaja, Denpasar Utara.
Pertandingan menggunakan sistem Swiss lima babak dengan time control 10+5. Seluruh peserta membawa perlengkapan caturnya masing-masing dan bertanding dalam suasana kompetitif namun tetap hangat.
Ketua BPD GBI Bali dan NTB, Pdt. Jehezkiel Kiuk, mengatakan turnamen tersebut bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi sarana membentuk karakter dan mental anak sejak dini. “Bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana anak-anak belajar menjadi pribadi yang tangguh, ulet dan mampu mencari solusi dalam berpikir,” ujarnya.
Ia menilai olahraga catur memiliki nilai pendidikan yang kuat karena melatih konsentrasi, kesabaran, disiplin hingga sportivitas. “Turnamen ini sangat baik untuk membentuk karakter kokoh, kuat dan attitude dalam membangun manusia Indonesia,” tambahnya.
Chairman IOJ Law Firm, Dr. Lukas Banu, menyebut catur memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai kebangsaan dan semangat Pancasila.
Menurutnya, permainan tersebut mengajarkan kejujuran, integritas, disiplin, menghargai orang lain hingga berpikir sebelum bertindak. “Catur bukan hanya mengajarkan cara memenangkan pertandingan, tetapi juga mengajarkan integritas dan karakter. Hari ini mereka bermain catur, besok mereka bisa menjadi pemimpin bangsa,” kata Lukas Banu.
Turnamen ini didukung sejumlah sponsor, di antaranya IOJ Law Firm, Samara Lombok, Rascal Voyages, Rinjani Bay Development, DIA (Duta Indah Abadi), Siaran Bali, Frans Décor dan The Trans Resort Bali.
Sementara itu, Sekretaris Umum BPD GBI Bali dan NTB, Pdm. Christian Nugroho, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda bermental juara sejak dini. “Anak-anak harus belajar menerima kemenangan maupun kekalahan. Itu penting untuk menghadapi masa depan mereka,” ujarnya.
Ia memastikan turnamen serupa akan kembali digelar dalam skala lebih besar pada Agustus atau Oktober mendatang.
Turnamen yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya itu akhirnya dimenangkan Pinehas Shalom Banu dari GBI Rock City Center sebagai Juara I, disusul Samuel Toentje Izak dari GBI Rock Lembah Pujian di posisi kedua dan Joeseph Ethan Santoso dari Persekutuan Doa Anak ST. Theresia sebagai Juara III.
Ketua Percasi Kota Denpasar, Drs. I Made Mudra, M.Si, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi penyelenggaraan turnamen karena dinilai mampu menjadi wadah pembinaan atlet catur usia dini.
“Bibit-bibit atlet memang harus dipersiapkan sejak awal. Turnamen seperti ini penting untuk pengalaman bertanding dan membangun mental anak,” tuturnya.
Ia juga menyebut Percasi Denpasar tengah mempersiapkan Kejuaraan Tingkat Provinsi pada 20 Juni 2026 mendatang. (MK)
Pewarta: ARN
Editor: Agus S






