JAKARTA — PT Pertamina Hulu Indonesia kembali menggelar forum komunikasi bersama media melalui kegiatan BASO IGA PHI (Bincang Asik Soal Migas Ala PHI) di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Sinergi untuk Energi Negeri yang Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara perusahaan dan insan pers untuk memperkuat kolaborasi dalam penyampaian informasi sektor energi, khususnya industri hulu migas.
Dalam kegiatan tersebut, PHI menekankan pentingnya peran media dalam membangun pemahaman publik terhadap industri migas yang kerap dianggap kompleks. Selain sebagai ajang silaturahmi, forum ini juga dimanfaatkan untuk memberikan gambaran mengenai operasional dan bisnis perusahaan kepada jurnalis, terutama yang baru meliput sektor energi.
Senior Manager Relations PHI, Handri Ramdhani, menyampaikan apresiasi atas kontribusi media dalam pemberitaan industri migas yang dinilai semakin positif.
“Tahun 2025 lalu, ada lebih dari 6500 pemberitaan tentang Perusahaan di media massa dan lebih dari 98 persen adalah berita positif. Hal ini menunjukkan pencapaian yang baik dalam upaya untuk terus menyampaikan informasi publik yang memberikan dampak positif bagi Perusahaan dan industri migas nasional,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemahaman yang baik dari jurnalis terhadap industri hulu migas akan berpengaruh pada kualitas informasi yang diterima publik.
“Kami meyakini bahwa pemahaman yang lebih baik tentang Perusahaan dan industri ini akan mendorong penulisan berita yang lebih akurat dan berdampak positif terhadap edukasi publik,” imbuhnya.
Selain sesi diskusi, acara juga diisi dengan materi pengembangan diri yang disampaikan oleh Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan. Dalam sesi tersebut, ia mengangkat pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah perubahan yang terus terjadi.
“Perubahan itu sesuatu yang pasti terjadi. Banyak orang tidak menyukai perubahan, padahal itu tidak bisa dihindari. Karena itu, kita harus terampil mengelola perubahan dan ketidakpastian. Itu kunci agar kita bisa hidup lebih baik, damai, dan bahagia,” jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa perubahan tidak hanya terjadi di lingkungan kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Lingkungan berubah, orang-orang di sekitar kita berubah, termasuk keluarga kita. Pertanyaannya, apakah kita siap beradaptasi dengan semua perubahan itu?” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dony menegaskan bahwa media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi yang membangun terkait industri migas.
“Sebagai mitra strategis Perusahaan, peran media massa untuk menyajikan berita-berita yang akurat, positif, dan berdampak semakin besar. Perusahaan tidak mungkin dapat memberikan edukasi dan informasi publik tanp dukungan dan kolaborasi yang baik dengan media massa,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, PHI juga memberikan penghargaan kepada jurnalis yang dinilai aktif dalam menyebarkan informasi terkait perusahaan dan sektor migas sepanjang tahun 2025.
“Kami memilih siapa yang paling aktif menyebarkan berita tentang perusahaan dan industri ini. Industri hulu migas berperan penting bagi penyediaan dan ketahanan energi Indonesia, sehingga perlu dukungan seluruh pemangku kepentingan untuk dapat terus menjalankan produksi migas yang berkelanjutan. Untuk itu, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada sahabat media,” katanya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, hingga pemberian doorprize. Ke depan, PHI juga berencana menyelenggarakan lomba jurnalistik lintas platform sebagai bentuk dukungan terhadap karya jurnalistik berkualitas.
Melalui forum ini, PHI berharap hubungan dengan media semakin solid dalam menghadirkan informasi yang edukatif, konstruktif, serta mendukung upaya penguatan ketahanan energi nasional. (MK/SB)






