Sabtu, Juli 13, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Prabowo-Gibran Target Raup 60 Persen Suara di Bali

DENPASAR – Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN), Budiman Sudjatmiko, menargetkan pasangan capres-cawapres usungannya Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dapat meraih 60 persen suara di Pulau Dewata dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

“Sekitar 55-60 persen. Minimal 60 persen ya,” kata Budiman saat menghadiri kegiatan deklarasi tim kampanye daerah Bali untuk kemenangan satu putaran Prabowo-Gibran yang diselenggarakan di Wantilan Kantor DPD Golkar Bali, Jalan Surapati Denpasar, Minggu (26/11/2023).

Menariknya Budiman dalam sambutannya sempat berkelakar kedatangannya ke Golkar Bali kali ini terasa sedikit aneh, sebab sebelum-sebelumnya dia biasa datang ke Bali selalu berbaju ‘merah’, namun kini ketika kembali lagi ke Bali, dia langsung masuk ke markas ‘kuning’.

“Biasanya dalam urusan politik di Bali, saya selalu baju ‘merah’, dan menjadi terasa janggal buat saya kali ini, tapi mas Gibran pun saya rasa juga merasakan hal yang sama,” ujar Budiman.

Lebih lanjut dia mengatakan Bali memang selama ini dikenal sebagai basis ‘kandang banteng’. Namun mengenai raihan target 60 persen suara tersebut tidaklah mustahil untuk dicapai, asalkan seluruh partai koalisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) dapat bekerjasama, bekerja keras dan bekerja cerdas dalam mengambil hati masyarakat di akar rumput.

“Saya kira ini akan menjadi kekuatan, dan saya pun sangat siap jika diundang untuk berkampanye memenangkan Prabowo-Gibran,” tuturnya.

Selain itu pria yang dikenal sebagai aktivis 98 ini menilai, tradisi kancah perpolitikan di Bali memiliki ciri khas dengan keunikannya tersendiri, yang menurutnya pemilih di Bali sangatlah militan dengan partai-partai berasaskan nasionalis.

“Dan ini juga menjadi kekuatan dalam parpol di koalisi yang banyak diisi oleh kaum-kaum nasionalis,” ungkap Budiman.

Mengenai strategi pemenangan, Budiman menekankan agar parpol dalam koalisi untuk menyasar kalangan milenial dan anak-anak muda, apalagi ceruk pemilih mereka sangatlah besar dalam Pemilu dan Pilpres mendatang.

“Selain militansi di akar rumput dan door to door, pemilih anak muda banyak dan industri kreatif di Bali juga banyak. Jadi kami harus kreatif dalam berkampanye,” tandas mantan Anggota Komisi II DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan tersebut.(dre)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER