Rupiah Kembali Terkapar ke Rp17.680, Pengamat Sentil Pernyataan Prabowo di Tengah Kepanikan Pasar

JAKARTA — Pengamat ekonomi dan mata uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan dolar Amerika Serikat dipicu meningkatnya ketidakpastian global akibat lonjakan harga minyak dan memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Menurut Ibrahim, kondisi tersebut membuat pasar memperkirakan Federal Reserve masih akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.

“Penguatan dolar AS terjadi karena meningkatnya risiko inflasi yang didorong oleh tingginya harga minyak yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan situasi global semakin memanas setelah muncul serangan drone di wilayah Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, ditambah belum adanya tanda penyelesaian konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.

“Serangan drone di UEA dan Arab Saudi serta retorika dari AS dan Iran menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik,” katanya.

Selain faktor eksternal, Ibrahim juga menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut sebagian masyarakat desa tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari sehingga dampaknya dinilai tidak terlalu terasa.

Menurut Ibrahim, kondisi masyarakat desa saat ini sudah jauh lebih modern karena akses teknologi dan informasi semakin merata.

“Kondisi masyarakat di desa saat ini lebih pandai dibandingkan masyarakat kota karena teknologi sudah merata, sehingga salah kalau Prabowo mengatakan orang desa tidak mengenal dolar AS,” ujarnya.

Ia juga menilai pernyataan kepala negara seharusnya dipersiapkan lebih matang agar tidak memunculkan persepsi negatif di tengah kondisi pasar yang sensitif.

“Sangat disayangkan di sekitaran presiden terutama sekretaris kabinet tidak bisa mengarahkan pidato presiden sesuai dengan protokol yang sudah ada,” ucap Ibrahim.

Pada perdagangan Senin sore, nilai tukar rupiah ditutup melemah 83 poin ke level Rp17.680 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.597. Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dan berpotensi melemah di kisaran Rp17.680 hingga Rp17.750 per dolar AS pada perdagangan berikutnya. (MK/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER