JAKARTA — Badan Bank Tanah menggandeng Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) dan Yayasan Astha Cita Masykur untuk mengembangkan sektor peternakan di lahan reforma agraria yang berada di Cianjur, Jawa Barat.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Bank Tanah dan HPDKI serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Yayasan Astha Cita Masykur di Kantor Pusat Badan Bank Tanah, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Program kolaborasi ini difokuskan pada pemberdayaan subjek reforma agraria melalui pengembangan peternakan domba, kambing, serta ayam petelur sebagai sektor unggulan yang memiliki potensi ekonomi tinggi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, mengatakan bahwa reforma agraria tidak hanya sebatas redistribusi tanah, tetapi juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.
“Reforma agraria tidak hanya soal bagi-bagi tanah, tetapi tentang bagaimana tanah tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa tanah yang dikelola Badan Bank Tanah benar-benar produktif, berdaya guna, dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi penerima reforma agraria,” kata Plt. Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, Badan Bank Tanah akan melakukan pendampingan secara bertahap dan terintegrasi mulai dari hulu hingga ke hilirnya kepada subjek reforma agraria di atas HPL Badan Bank Tanah di Cianjur.
“Sehingga program reforma agraria ini tidak hanya berhenti pada penyerahan tanah, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan rakyat,” ucap Hakiki.
Sebelumnya, Badan Bank Tanah juga telah menandatangani perjanjian pemanfaatan lahan dengan para subjek reforma agraria di kawasan tersebut. Selanjutnya, bersama mitra kerja, dilakukan pelatihan dan peningkatan kapasitas dalam pengembangan usaha peternakan.
Ketua Pengurus HPDKI, Yudi Guntara Noor, menyatakan kerja sama ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam pengembangan peternakan domba dan kambing di Indonesia.
“Kerja sama ini menjadi langkah awal yang ke depan dapat menjadi salah satu solusi dalam pengembangan peternakan domba dan kambing di Indonesia,” kata Ketua Pengurus HPDKI, Yudi Guntara Noor.
Sementara itu Pembina Yayasan Astha Cita Masykur, Wakhid Maskur mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan untuk pengembangan ayam petelur dari hulu ke hilir atau dari pembuatan bibit, penyediaan kandang, peningkatan kapasitas usaha, sampai dengan off taker/pemasarannya. “Program pendampingan ini akan berjalan selama setahun,” pungkas dia. (*/rls)
Pewarta/ Editor : Nicha R






