Sabtu, Juli 13, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Toya Devasya Gelar Kolaborasi Arak Bali Dalam Destinasi Wisata

BANGLI – Bertepatan dengan penetapan Hari Arak Bali dan adanya pengakuan arak Bali sebagai warisan budaya takbenda Indonesia Tahun 2022, digelar kolaborasi kearifan lokal dalam membangkitkan ekonomi. Kegiatan itu digelar pada Minggu (29/01/23) pukul 19.00 Wita di Toya Devasya Geopark Resort & Villas.

Dalam kesempatan tersebut hadir Wakil Bupati (Wabup) Bangli, Wayan Diar, Genral Manager Toya Devasya, I Ketut Mardjana, Presdir Toya Devasya, Putu Astiti Saraswati, Wakil Ketua DPRD Bangli, Komang Carles, Forkompinda Bangli, Camat Bangli dan Undangan terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut GM Toya Devasya, I Ketut Mardjana mengatakan Toya Devasya sebagai tempat tujuan (destinasi) wisata yang berada di kawasan Batur Kintamani terus berbenah untuk menjadi tujuan wisata favorit Nasional maupun Dunia.

Dengan dicanangkannya Arak Bali sebagai Warisan Budaya Takbenda yang telah dilegalkan, maka Toya Devasya akan mengkolaborasikan arak bali menjadi sebuah suguhan untuk diminati wisata yang berkunjung ke Toya Devasya.

“Sehingga kami sebagai stakeholder pemerintah di bidang pariwisata juga bisa membantu perekonomian para petani yang bergelut dalam pembuatan arak,” ucap Mardjana.

Dirinya menyebut, dahulu sebagian orang yang suka meminum arak asli dengan sesuai takaran akan memberi rasa hangat dan menyehatkan tubuh.

Saat inipun memang kalau arak asli diminum sesuai takaran (asloki) terasa hangat dibadan apalagi dimusim dingin. “Asal jangan berlebihan ya pasti jadi mabuk, air saja diminum segalon jadi mabuk,” ujarnya seraya tersenyum.

Ketua PHRI Kabupaten Bangli ini juga menambahkan, Toya Devasya akan terus berkolaborasi dengan Stakeholder terkait lainnya dalam membangkitkan ekonomi masyarakat dengan terobosan – terobosan kearifan lokal.

“Kami ingin pariwisata di Bali khsusnya di wilayah kintamani jadi tujuan wisata Utama Nasional dan Dunia. Untuk itu kami siap mendukung dan ikut serta dalam event-event Nasional dan Internasional,” imbuhnya.

Sementara itu Wabup Bangli, I Wayan Diar mengataka dengan telah ditetapkannya hari arak Bali sesuai dengan Peraturan Gubernur No.1 Tahun 2022 maka sektor ekonomi masyarakat yang bergelut dalam pembuatan arak tradisional bisa lebih meningkatkan kreativitasnya.

Apalagi seperti diketahui ekonomi saat ini sedang dalam masa pemulihan setelah dampak global dari Covid-19 yang banyak mematikan sektor-sektor perekonomian.

“Dengan adanya Pergub tersebut, mari kita bangkitkan ekonomi rakyat terutama bagi para pembuat arak tradisional untuk meningkatkan kreatifitas dalam pembuatannya,” jelas Wabup Diar.

Lebih lanjut, Wabup Diar menyampaikan, sangat mengapresiasi atas kegiatan yang dilakukan Toya Devasya dalam perannya memberi peluang bagi pembuat arak bali di Kabupaten Bangli dalam bangkitkan ekonomi masyarakat.

Di Kabupaten Bangli sendiri ada beberapa pembuat arak tradisional yang mengalami kelesuan akibat dampak pandemi Covid-19 secara global diseluruh dunia.

Dengan adanya Pergub sekarang dan telah mulai bangkitnya perekonomian perlu dilakukan kolaborasi dengan stakeholder yang ada baik Pemerintah maupun Swasta,” pungkasnya.

Suasana di Geopark Toya Devasya Resort dan Villas malam tersebut tambah meriah dengan kehadiran sejumlah bartender bali dan lokal yang dengan kepiawaiannya meracik arak bali.

Salah satu bartender kenamaan bali asal kintamani I Gede David menyajikan kebolehannya dengan menampilkan racikan arak metangi yang becirikan lokal kintamani yang disuguhkan kepada para pengunjung yang hadir.

Dan yang tidak kalah menariknya para undangan dihibur dengan penampilan Jery’S dan Luh Kiki yang membuat gelak tawa para hadirin dengan aksi konyolnya. (009)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER