NUSANTARA – Persoalan jalan rusak sejumlah lokasi di Kecamatan Sepaku yang perlu penanganan segera, direspon langsung oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Informasi ini turut diteruskan Kepala Desa Telemow, Munip, pada Jumat (17/4/2026) siang. “Alhamdulillah, dapat atensi kang. Besok disurvey. Makasih,” ujarnya via pesan WhatsApp.
Pada Sabtu (18/4/2026), OIKN langsung menurunkan tim guna peninjauan lapangan ke sejumlah titik jalan yang jadi perhatian.
Camat Sepaku, sejumlah kepala desa serta lurah, hingga Organisasi Masyarakat (Ormas) turut diundang untuk turun ke lapangan guna melakukan survei bersama.
Respon cepat tersebut dituangkan dalam edaran resmi Otorita IKN melalui Kedeputian Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat (SBPM) dan diteken Deputi Alimuddin.
Surat bernomor UND-87/OIKN.5/2026 tersebut juga ditembuskan ke Kepala Otorita IKN, Direktorat Sarana Prasarana OIKN, Lembaga Adat Paser, serta Forum Kesepakatan Masyarakat (FKMS).
Dalam surat tersebut, termaktub jelas, jika peninjauan lapangan untuk menindaklanjuti arahan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, terkait akses jalan yang berada di wilayah Kelurahan Pemaluan, Desa Binuang, Desa Telemow, Desa Karang Jinawi dan Desa Semoi Dua. Dimana memang kondisinya membutuhkan penanganan, agar dapat berfungsi secara optimal.
Selain itu, jelas untuk melayani aksesibilitas masyarakat setempat agar menjadi baik kembali. Sejumlah titik yang akan disurvei, ada tiga lokasi yang peta jalannya juga telah tergambar.
Pertama, jalan simpang Kelurahan Pemaluan menuju Maridan. Kedua, jalan simpang Suka Raja menuju Karang Jinawi. Ketiga, jalan akses Vico menuju SDN 025 Semoi Dua. Peninjauan lapangan pada lokasi-lokasi tersebut akan berlangsung mulai pukul 09.00 WITA. Survei bersama ini guna mengetahui kondisi aktual akses jalan-jalan tersebut dan bagaimana upaya penanganan yang nanti akan dilakukan.
Sekadar diketahui, Ketua Forum Kesepakatan Masyarakat Sepaku (FKMS), Supian Nur, Selasa (14/4/2026) lalu menyampaikan bahwa hasil rapat bersama digelar pada 10 April lalu bersama OIKN menyepakati sejumlah hal.
“Awal ini perbaikan yang berlubang, perataan, jalan genangan air (sodetan) buat parit, dan pemeliharaan selanjutnya. Itu yang bicarakan dalam rapat kemarin (10 April),” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, tim survei dari Otorita IKN dijadwalkan turun langsung ke lokasi bersama masyarakat, untuk melakukan pengecekan kondisi jalan secara menyeluruh.
FKMS menyoroti jalan rusak parah wilayah mulai dari simpang Pemaluan hingga simpang tiga Desa Telemow (ITCI). Panjangnya sekitar 8 kilometer. Sementara di sisi lain, masyarakat lainnya juga mengeluhkan jalan rusak, termasuk wilayah Desa Karang Jinawi, dan Semoi Dua. (MK/SB)






