KEPULAUAN SERIBU — Ruang terbuka di Pulau Tidung dimanfaatkan sebagai wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas dan mengembangkan bakat melalui kegiatan seni dan kreasi. Hal itu disampaikan Kepala Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu, Muhammad Thohari, dalam kegiatan Ruang Seni dan Kreasi Siswa Pulau Tidung Tingkat SPA, TK, SD, SMP, dan SMA/SMK yang mengusung tema “Berkreasi Pulauku, Menyala Prestasiku” pada Kamis (25/6/2026).
Menurut Thohari, ruang-ruang terbuka seperti taman dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang mendorong siswa untuk berkreasi dan mengembangkan potensi diri di luar ruang kelas.
“Di taman-taman seperti ini dimanfaatkan untuk berkreasi, memanfaatkan ruang terbuka untuk kegiatan seni dan kreasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan lima program percepatan (quick win) pendidikan di Jakarta. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga harus memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk membina potensi dan bakat yang dimiliki.
“Sekolah memberi kesempatan kepada anak-anak untuk membina potensi dan bakatnya sehingga dapat berkembang secara optimal,” kata Thohari.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti peran strategis Kepulauan Seribu bagi Jakarta. Dengan menggunakan filosofi ombak, Thohari menggambarkan Kepulauan Seribu sebagai wilayah yang berfungsi layaknya pemecah ombak yang melindungi ibu kota dari berbagai tantangan.
“Kalau ombak berjalan terus tanpa pencegah tentu akan menimbulkan bahaya. Karena itu Kepulauan Seribu ingin meneguhkan diri sebagai penjaga Jakarta, menjadi pemecah ombak berbagai permasalahan yang dapat menghadang Jakarta,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, mengaku memiliki kesan mendalam terhadap Kepulauan Seribu. Ia pernah bertugas di DKI Jakarta selama sekitar lima tahun, termasuk di Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) serta Suku Dinas Jakarta Utara.
Dalam kunjungan tersebut, Kemendikdasmen turut membawa sekitar 20–30 jurnalis dari berbagai media untuk melihat langsung kondisi pendidikan dan kehidupan masyarakat di Kepulauan Seribu.
“Kami membawa sekitar 20–30 rekan media atau wartawan. Harapannya mereka dapat berdiskusi langsung dengan Bapak-Ibu guru, para murid, dan seluruh masyarakat yang ada di sini,” ujar Yudhistira.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat membantu memperkenalkan lebih luas berbagai potensi dan kisah inspiratif dari Kepulauan Seribu kepada masyarakat Indonesia.
“Harapannya agar Kepulauan Seribu semakin terdengar. Kita yakin Kepulauan Seribu memiliki banyak cerita yang patut diketahui masyarakat luas. Jakarta bukan hanya wilayah daratan. Jika dilihat dari luas wilayahnya, Kepulauan Seribu justru memiliki cakupan yang sangat besar, terlebih Jakarta kini berkembang sebagai kota global,” katanya. (MK/SB)






