Kamis, Februari 22, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Investor Pasar Modal di Bali Tumbuh Tinggi

DENPASAR – Kepala Kantor Regional OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Kristrianti Puji Rahayu, Selasa (8/8/2023) mengatakan, jumlah investor Pasar Modal wilayah Bali masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi yang mencapai double digit secara tahun ke tahun (yoy) dengan kecenderungan tumbuh melandai.

“Pada Juni 2023, jumlah investor saham di Bali sebanyak 104.136 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 20,38 persen yoy. Demikian juga dengan jumlah investor SBN yang tumbuh sebesar 28,70 persen yoy,” ucap Puji Rahayu.

Di sisi lain, kata dia, jumlah investor Reksa Dana tumbuh sebesar 22,57 persen yoy sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi Mei 2023 yang sebesar 22,45 persen yoy. Nilai kepemilikan saham di Bali mencapai Rp4,59 triliun atau tumbuh 14,96 persen yoy lebih tinggi dibandingkan Mei 2023 yang sebesar 7,53 persen yoy.

“Piutang Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan di Bali posisi Juni 2023 terus menunjukkan pertumbuhan positif,” jelasnya.

Pembiayaan dari Perusahaan Pembiayaan di Bali mencapai Rp9,97 triliun, tumbuh 62,33 persen yoy sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi Mei 2023 sebesar 62,06 persen yoy, dan juga meningkat tajam dibandingkan posisi Juni 2022 yang mengalami kontraksi minus 10,73 persen yoy.

“Pembiayaan tersebut didominasi pembiayaan kepada Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor serta pembiayaan kepada Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan melalui Fintech peer to peer lending terus tumbuh double digit sebesar 40,20 persen yoy sedikit melandai dibandingkan Mei 2023 yang tumbuh sebesar 52,60 persen yoy.

Pembiayaan Modal Ventura sebesar Rp83,19 miliar atau tumbuh 20,89 persen yoy, lebih rendah dibandingkan Mei 2023 yang tumbuh sebesar 37,62 persen yoy, namun mengalami kenaikan cukup tinggi dibandingkan dengan posisi Juni 2022 yang sebesar 16,97 persen yoy.

Di sisi lain, tingkat pembiayaan bermasalah relatif rendah. Tingkat Non Performing Financing (NPF) posisi Juni 2023 untuk Perusahaan Pembiayaan sebesar 1,61 persen, Perusahaan Modal Ventura sebesar 1,40 persen, dan Tingkat Wan Prestasi 90 hari (TWP 90) dari Fintech Lending yang juga sebesar 1,40 persen.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER