JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa per 15 Februari 2026, Kemendikdasmen telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk 746 sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, dengan total anggaran lebih dari Rp866,5 miliar.
“Dari 746 sekolah, dana bantuan telah dicairkan sebesar Rp231,7 miliar, dan sisanya masih dalam proses pencairan. Selain itu, kami menyalurkan bantuan khusus bagi 36.074 guru dan tenaga kependidikan terdampak bencana, dengan anggaran Rp220,5 miliar, sebesar Rp2 juta per orang per bulan selama tiga bulan,” ujar Abdul Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera bersama pimpinan DPR RI, Rabu (18/2/2026).
Kemendikdasmen juga menyalurkan Aneka Tunjangan Guru senilai Rp508,9 miliar tanpa mempersyaratkan beban mengajar. Sementara itu, Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) telah tersalurkan kepada 29.000 satuan pendidikan di kabupaten terdampak dengan anggaran Rp1,98 triliun, lengkap dengan fleksibilitas penggunaan sesuai kebutuhan sekolah.
Selain itu, Kemendikdasmen memberikan bantuan berupa peralatan TIK, laboratorium, olahraga, alat kebersihan, dan Alat Permainan Edukatif (APE). Pemerintah juga mengajukan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) senilai Rp2,4 triliun untuk mendukung pemulihan layanan pendidikan.
Untuk lanjutan program, Kemendikdasmen berencana menandatangani PKS revitalisasi kepada 1.204 sekolah terdampak dan melakukan proses verifikasi serta pembuatan rekening bagi 13.000 guru penerima Tunjangan Kinerja Guru (TKG) senilai Rp83,3 miliar.
Abdul Mu’ti menegaskan, kegiatan pembelajaran di tiga provinsi terdampak sudah berlangsung 100 persen, meski belum ideal.
“Kami berharap upaya percepatan melalui revitalisasi, tunjangan guru, dan bantuan lainnya akan sepenuhnya memulihkan layanan pendidikan,” katanya.
Sekadar informasi, hingga Februari 2026, Kemendikdasmen telah menyalurkan berbagai bantuan untuk mendukung pendidikan pascabencana, antara lain School Kit: 33.000 paket, Tenda Darurat: 168 unit, Ruang Kelas Darurat: 160 unit, Buku Pembelajaran: 197.670 eksemplar, Tunjangan Kinerja Guru (TKG) Bencana: 36.074 guru, Dukungan Psikososial: 740 satuan pendidikan, Dana Operasi Pendidikan Darurat: 1.569 sekolah dan Revitalisasi Satuan Pendidikan: 746 sekolah.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mempercepat pemulihan infrastruktur pendidikan dan memastikan hak belajar siswa tetap terlaksana meski pascabencana. (MK/SB)






