JAKARTA — Survei Adidaya Institute mencatat lembaga Kepresidenan berada pada posisi teratas sebagai institusi yang paling dipercaya publik, dengan tingkat kepercayaan mencapai 94,8 persen berdasarkan hasil survei terbaru.
Di urutan berikutnya terdapat TNI yang memperoleh tingkat kepercayaan sebesar 92,3 persen responden, disusul lembaga MPR-RI yang mencatat kepercayaan publik pada angka sekitar 79,8 persen dalam survei tersebut.
“Setidaknya lewat tindakan Presiden Prabowo yang menunjukkan komitmen pemberantasan korupsi, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan kualitas pendidikan nasional dengan beragam program unggulan pemerintah, publik percaya bahwa tindakan ini bukan hanya sekedar omon-omon atau wacana,” ungkap Managing Director Public Policy and Politics Adidaya Institute Ahmad Fadhli dalam keterangan konferensi pers yang berlangsung pada Rabu (3/12/2025).
Pada sisi lain, tingkat kepercayaan publik terhadap KPK dan Polri terlihat lebih rendah, masing-masing berada di angka 72,0 persen dan 62,3 persen, berdasarkan temuan survei yang dirilis Adidaya Institute.
DPR-RI tercatat sebagai lembaga negara dengan kepercayaan terendah, di mana hanya 54,7 persen responden yang menyatakan percaya terhadap kinerja parlemen dalam berbagai isu kebijakan nasional.
“Tampaknya publik masih terngiang dengan tragedi Agustus Kelabu yang bermula dari persepsi buruk DPR-RI dan kinerja Polri yang dinilai tidak profesional menangani demonstrasi. Sementara imbas perlakuan hukum berbanding terbalik antara Tom Lembong dan Hasto dengan Bobby Nasution, KPK dianggap kental dengan intervensi politik. Kedua hal tersebut mempengaruhi rendahnya kepercayaan responden kepada masing masing lembaga negara tersebut,” ucap Fadhli.
Fadhli menyebut survei ini menjadi yang pertama dilakukan setelah tragedi Agustus Kelabu, sehingga dianggap memiliki momentum penting untuk mengukur pandangan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Saya kira survei ini menjadi survei dengan momentum paling obyektif untuk mengukur kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Masyarakat ditanya pendapat dan pandangannya setelah mereka meluapkan kekecewaannya pada bulan Agustus lalu,” tutupnya. (MK/SB)






