Tiga Program Prabowo-Gibran Paling Dikenal Masyarakat, MBG Tempati Posisi Pertama

JAKARTA — Survei Adidaya Institute menunjukkan hanya tiga program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran yang paling banyak dikenal publik, meski terdapat berbagai kebijakan pro-rakyat yang telah dijalankan sepanjang 2025.

Posisi teratas ditempati program Makan Bergizi Gratis yang diketahui sebanyak 94,7 persen responden, disusul program Kopdes Merah Putih dan layanan cek kesehatan gratis dengan tingkat pengenalan masing-masing 60,2 persen dan 57,3 persen.

“Tiga program unggulan Prabowo-Gibran yang paling diketahui responden adalah Makan Bergizi Gratis (94,7 persen), Koperasi Desa Merah Putih (60,2 persen) dan Cek Kesehatan Gratis (57,3 persen),” jelas Managing Director Public Policy and Politics Adidaya Institute Ahmad Fadhli dalam konferensi pers yang berlangsung pada Rabu (3/12/2025).

Pengetahuan publik terhadap program lain seperti pembangunan tiga juta rumah, Sekolah Rakyat, dan Kampung Nelayan Merah Putih masih relatif rendah, dengan tingkat pengenalan kurang dari lima puluh persen responden.

“Ternyata pada beberapa program unggulan yang lain, tingkat pengetahuan publik tidak berada pada level yang demikian. Misalnya pada program 3 juta rumah, Sekolah Rakyat dan Kampung Nelayan Merah Putih, tingkat pengetahuan publik rata-rata di bawah 50 persen,” ucapnya.

Selain tingkat pengenalan, publik juga menyoroti sejumlah persoalan yang muncul dalam implementasi program, termasuk tata kelola dan pengawasan program Makan Bergizi Gratis dengan perhatian sebesar 34,2 persen serta 19,1 persen responden.

Pada program Kopdes Merah Putih, masalah tata kelola dan anggaran turut menjadi sorotan publik, sementara aspek sosialisasi juga dinilai lemah oleh sekitar 18,2 persen responden yang mengikuti survei tersebut.

“Persoalan tata kelola dan anggaran masih menjadi perhatian besar masyarakat. Mayoritas publik masih menilai aspek pengelolaan dan pertanggungjawaban program masih belum transparan ke masyarakat,” ucap Fadhli.

Persoalan sosialisasi juga paling menonjol pada program pembangunan tiga juta rumah, dengan 24,4 persen responden menilai kurangnya penyebaran informasi sebagai hambatan utama dalam pelaksanaannya.

“Hampir serupa, pada program pembangunan 3 juta rumah dan program kopdes Merah Putih, responden justru berfokus pada aspek sosialisasi. Ini berarti masyarakat menilai aspek sosialisasi masih sangat minim pada kedua program tersebut,” tutur Fadhli. (MK/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER